CNN Indonesia
Sabtu, 06 Jun 2026 15:45 WIB
Ilustrasi konser. Hampir tiga tahun berlalu sejak wacana sertifikasi promotor konser gegara kisruh penyelenggaraan sejumlah konser musik di Jakarta. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hampir tiga tahun berlalu sejak wacana sertifikasi promotor konser gegara kisruh penyelenggaraan sejumlah konser musik di Jakarta, hingga saat ini rencana itu rupanya tetap belum menunjukkan bulansabit nan signifikan.
Wacana sertifikasi promotor konser sebelumnya digaungkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Hal itu muncul imbas kisruhnya penyelenggaraan konser Coldplay dan Bring Me The Horizon di Jakarta pada 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa masalah nan disoroti penonton dari dua konser tersebut membikin Sandi menjanjikan sertifikasi untuk promotor nan hendak menyelenggarakan pagelaran musik di beragam skala penonton.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengaku wacana sertifikasi promotor tetap dilanjutkan oleh Kementerian Pariwisata berbareng Kementerian Ekonomi Kreatif semenjak keduanya dipisah Oktober 2024.
"Pada saat itu kan tetap di bawah Kemenparekraf kan. Jadi, sekarang kan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kan dipisah jadi dua. Di mana licensing alias perizinan masih di bawah Kementerian Pariwisata," kata Irene Umar kepada CNNIndonesia.com di Jakarta Pusat pada Jumat (5/6).
"Jadi, kami terus berkoordinasi langsung untuk memandang apa nan bisa kami lakukan bersama, agar nan promotor-promotor nan agak kacau, babil itu, tidak melakukan perihal nan sama lagi. Jadi, itu kerjasama tetap tetap kita lanjutkan sih," kata Irene.
"Cuma seperti birokrasi pada umumnya kan kudu ada kajian, kudu ada ini, kudu ada itu. Itu lagi on progress," katanya.
Nasib sertifikasi promotor nan tetap abu-abu turut menimbulkan pertanyaan soal arah kebijakan keberlanjutan di industri konser. Irene pun mengakui belum bisa memastikan perihal tersebut lantaran proses penyusunan sertifikasi tetap dalam tahap pembahasan.
Termasuk, belum ada kepastian apakah sertifikasi nan telah diwacanakan bakal memuat standar konser ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pengurangan limbah, daur ulang, maupun penggunaan daya bersih.
"Kita belum bisa memastikan itu dulu, lantaran kan pertama, konser ada banyak verifikasi nan kudu kita ngeliatin ya, dalam segi sertifikasi. Namun, bukan berfaedah kita berakhir di sini," kata Irene.
"Kayak contoh untuk pengelolaan sampah kan dengan Pemprov-Pemprov nan ada, alias Pemerintah Daerah, mereka sudah melakukan bukan hanya konser, tapi secara Indonesia nih, massively kita kudu ngeliatin gimana waste management kita dilakukan dengan promotor," lanjutnya.
Pada November 2023, Sandiaga Uno selaku menteri Kemenparekraf saat itu, menyoroti catatan krusial dari penyelenggaraan konser Coldplay dan Bring Me The Horizon.
Sandiaga turut menyinggung konser Bring Me the Horizon nan dihentikan pada hari pertama hingga berujung pembatalan konser di hari kedua. Oleh karena itu, dia menjanjikan Kemenparekraf bakal memastikan promotor konser musik untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga merencanakan seluruh proses perizinan event dapat terintegrasi melalui satu wadah nan dapat diakses secara digital.
Namun, pendapat nan sempat digaungkan Sandiaga itu belum membuahkan hasil konkret meski nyaris tiga tahun berlalu, apalagi setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipecah menjadi dua kementerian.
(van/end)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·