Jakarta -
Media-media di Jerman memberitakan bahwa Rusia adalah dalang serangan phishing skala besar di platform pesan singkat, Signal. Konon, serangan ini memberi akibat pada pemerintahan Jerman, termasuk Presiden Bundestag Julia Klöckner, nan menjadi korban.
Surat berita Der Spiegel melaporkan menyatakan info ini didapatkan dari pemerintah Jerman nan tidak dapat disebutkan namanya. Mereka melaporkan bahwa Berlin meyakini serangan ini kemungkinan besar berasal dari Rusia.
Laporan Der Spiegel muncul lebih dari sebulan setelah intelijen Belanda mengatakan peretas Rusia meluncurkan kampanye siber dunia nan menargetkan akun WA dan Signal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari The Kyiv Independent, para hacker dilaporkan menggunakan strategi phishing untuk membujuk pengguna dalam obrolan agar mengungkapkan kode verifikasi keamanan dan kata sandi. Dengan begitu, peretas dapat mengakses akun pribadi dan obrolan grup.
Signal mengakui laporan tersebut dalam sebuah unggahan media sosial. Katanya, mereka menyadari adanya serangan phishing nan ditargetkan, menyebabkan beberapa pengambilalihan akun.
"Peretas negara Rusia terlibat dalam kampanye siber dunia skala besar untuk mendapatkan akses ke akun Signal dan WA milik pejabat tinggi, personel militer, dan pegawai negeri sipil," ujar Dinas Intelijen dan Keamanan Umum Belanda (AIVD) dalam sebuah pernyataan pada 9 Maret.
Direktur Biro Investigasi Federal Amerika (FBI), Kash Patel, berujar pada bulan Maret bahwa mereka telah mengidentifikasi tokoh siber nan mengenai intelijen Rusia nan menargetkan jasa pesan, termasuk Signal. Kelompok peretas nan mengenai Rusia dipercaya melakukan operasi siber selama beberapa dekade, seringkali berfokus pada serangan nan dimotivasi secara finansial seperti ransomware.
Namun, sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, aktivitas siber negara tersebut semakin bergeser ke arah operasi nan lebih mengganggu dan merusak. Mereka dikatakan menargetkan sekutu Barat Ukraina.
Serangan siber menjadi komponen sentral dari strategi perang hibrida Rusia. Pemerintah Eropa berulang kali menuduh Moskow meningkatkan operasi siber, termasuk serangan terhadap sistem Ukraina, pelanggaran prasarana sipil di Eropa, dan upaya untuk mengganggu pemilihan umum di luar negeri.
Moskow telah membantah tuduhan serangan siber selama bertahun-tahun, menepisnya sebagai propaganda anti-Rusia.
Meskipun Berlin belum mengungkapkan jumlah alias semua identitas korban, setidaknya 300 akun Signal milik perseorangan di bagian politik terpengaruh kampanye phishing tersebut, lapor Der Spiegel. Investigasi menunjukkan para penyerang kemungkinan mengakses riwayat obrolan, file nan dikirim melalui jasa pesan, dan nomor telepon.
Der Spiegel menambahkan, mereka nan akunnya terpengaruh telah diinformasikan oleh Pejabat Federal untuk Perlindungan Konstitusi dan Keamanan Informasi. Disebut pula perangkat nan terpengaruh telah diperiksa untuk menghentikan kebocoran data.
(ask/ask)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·