Jakarta -
Pemerintah Kabupaten Gresik turut mendukung program hilirisasi nasional melalui pengembangan industri berbasis nilai tambah. Dukungan ini ditandai dengan kehadiran Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani pada aktivitas groundbreaking proyek hilirisasi tahap kedua.
Dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara hybrid, aktivitas ini digelar serentak di 13 titik di Indonesia, dengan berpusat di Cilacap. Sementara di Gresik, aktivitas dipusatkan di area KEK JIIPE nan menjadi letak pengembangan hilirisasi tembaga dan emas secara terintegrasi.
Proyek di Gresik menjadi salah satu dari 13 proyek strategis nasional fase kedua dengan total investasi mencapai sekitar Rp116 triliun. Adapun hilirisasi di Gresik mencakup dua komoditas utama, ialah tembaga dan emas, nan dikembangkan dalam satu ekosistem industri terintegrasi berbasis BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan hilirisasi merupakan langkah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia. Ini merupakan proyek besar dan bersejarah," ujar Prabowo dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan hilirisasi menjadi awal perjalanan menuju Indonesia maju melalui kerjasama lintas sektor.
Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menjelaskan program hilirisasi ini terbagi dalam beberapa fase, dengan total sekitar 30 proyek strategis nasional nan bakal dikembangkan ke depan.
Lebih lanjut, pengembangan hilirisasi tembaga dan emas di Gresik dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Prosesnya meliputi pengolahan konsentrat tembaga di smelter, produksi lumpur anoda, hingga pemurnian menjadi emas batangan dan produk logam mulia.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pengembangan akomodasi industri lanjutan, seperti brass mill dan brass cup dengan kapabilitas awal hingga 10.000 ton per tahun. Kemudian, produksi batang tembaga, kawat tembaga, dan pipa tembaga, serta enguatan manufaktur logam mulia dalam negeri.
Adapun seluruh ekosistem ini didukung oleh sinergi BUMN seperti MIND ID, PT Freeport Indonesia, Antam, Pindad, hingga Pelindo. Ekosistem ini juga ditopang kelebihan area JIIPE nan mempunyai area industri terintegrasi, akses logistik dan pelabuhan, konektivitas multimoda, serta perizinan dan jasa terpadu.
Pemerintah Kabupaten Gresik memandang proyek ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional.
Dengan hadirnya hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi ini, Gresik menegaskan posisinya sebagai pusat industri berbasis nilai tambah dan bagian krusial dalam peta hilirisasi nasional menuju Indonesia maju.
(prf/ega)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·