Ginjal berfaedah sebagai organ krusial nan menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan serta unsur kimia dalam tubuh. Organ ini menyaring limbah metabolisme dan racun dari darah, lampau membuangnya dalam corak urine.
Apabila fungsinya menurun, ginjal tak lagi efektif dalam menyaring racun di dalam tubuh. Akibatnya, racun bakal terus menumpuk dan bisa berakibat fatal. Adapun ginjal nan bermasalah bisa terdeteksi dari air urine nan dikeluarkan.
Warna urine nan normal berkisar dari kuning pucat hingga kuning tua, tergantung hidrasi tubuh. Dikutip dari National Foundation, berikut beberapa karakter ginjal bermasalah nan bisa terlihat dari urine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Urine Merah alias Cokelat Tua
Jika urine tampak merah alias cokelat seperti teh, sebaiknya tidak panik, tetapi segera periksa ke dokter. Kondisi ini memang bisa disebabkan oleh makanan alias obat tertentu, namun juga dapat menandakan adanya darah dalam urine (hematuria).
Adapun darah dalam urine, terjadi ketika filter ginjal alias bagian lain dari saluran kemih tidak berfaedah dengan betul alias rusak.
Hematuria terbagi menjadi dua:
- Hematuria mikroskopis: darah tidak terlihat, hanya terdeteksi lewat pemeriksaan urine
- Hematuria makroskopis: urine tampak merah alias gelap seperti teh
Urine Berbusa alias Berbuih
Urine berbusa kadang terjadi lantaran aliran urine nan deras mengenai air toilet, terutama jika kandung kemih sangat penuh.
Namun, jika busa sering muncul dan tidak hilang, bisa menjadi tanda adanya protein dalam urine (proteinuria/albuminuria). Normalnya, ginjal menyaring limbah dan mempertahankan protein dalam darah. Jika ginjal rusak, protein bisa ikut keluar melalui urine.
Meski begitu, urine berbusa tidak selalu berfaedah penyakit ginjal. Untuk memastikan, diperlukan pemeriksaan urine laboratorium. Jika hasilnya berulang positif, master mungkin bakal melakukan tes lanjutan seperti tes darah alias Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) alias pemeriksaan lain.
Urine Berbau Tidak Biasa
Perubahan aroma urine tidak selalu berbahaya. Bisa disebabkan oleh:
- Kurang minum (dehidrasi)
- Makanan tertentu seperti asparagus alias kubis Brussel
Namun, jika aroma sangat menyengat dan menetap, sebaiknya diperiksa lebih lanjut.
Kapan Perlu Tes Urine?
Pemeriksaan urine tidak hanya dilakukan saat ada keluhan. Tes rutin saat medical check-up krusial untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
Banyak kasus gangguan ginjal tidak menimbulkan indikasi pada awalnya. Karena itu, pemeriksaan berkala sangat krusial agar penyakit bisa terdeteksi sebelum terlambat.
Jika memandang perubahan pada urine seperti warna, bau, alias busa nan tidak biasa, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
(suc/naf)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·