Gedung Putih Bantah Trump Setuju 10 Poin Tuntutan Iran Soal Gencatan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung Putih membantah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima begitu saja 10 tuntutan Iran menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, Rabu (4/8).

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan info nan beredar bahwa Trump menyambut baik proposal Iran itu keliru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gagasan bahwa Presiden Trump bakal menerima daftar kemauan Iran sebagai bagian dari kesepakatan adalah perihal nan sama sekali tidak masuk akal," ujar Leavitt dalam konvensi pers pada Rabu (7/4) di Wshington, dikutip Al Jazeera.

Leavitt juga menegaskan Trump hanya bakal membikin kesepakatan nan "menguntungkan kepentingan terbaik Amerika Serikat."

Lebih lanjut, Jubir Gedung Putih itu mengatakan proposal nan diajukan Iran sebagai dasar gencatan senjata berbeda dengan poin-poin nan dirilis pemerintah di Teheran.

Proposal awal Iran nan berisi 10 poin, kata dia, ditolak mentah-mentah pemerintah AS.

"[Proposal] betul-betul dibuang ke tempat sampah oleh tim AS," kata Leavitt.

[Gambas:Video CNN]

Iran lalu mengajukan lagi proposal nan sudah direvisi. Namun, dia tak memberi rincian lebih lanjut poin-poin apa saja dalam proposal Iran nan diterima pemerintah AS.

"Garis merah presiden, ialah penghentian pengayaan Iran di Iran, tidak berubah," kata Leavitt.

Padahal, dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social, Trump mengatakan proposal Iran merupakan "dasar nan layak untuk bernegosiasi."

Dia apalagi menyebut gencatan senjata bakal berkarakter "dua arah." Dalam unggahan itu, Trump juga tampak optimis dengan kesepakatan.

"Periode dua minggu bakal memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan," tulis Presiden AS ini.

Beberapa poin usulan Teheran nan diketahui publik di antaranya mencakup kewenangan Iran memperkaya uranium, pencabutan sanksi, dan penghentian permanen serangan terhadap negara tersebut.

Sementara itu, dalam proposal usulan pemerintahan Trump, mereka mau Teheran menghentikan program pengayaan uranium dan menyerahkan seluruh uranium nan diperkaya ke AS.

Iran selama ini dilaporkan terus memperkaya uranium, materi nan bisa jadi senjata nuklir. Namun, Teheran membantah dan berulang kali menyatakan program nuklir mereka untuk tujuan damai.

Penghentian program uranium dan nuklir itu apalagi menjadi argumen AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari. Lalu pada Selasa (6/4), AS dan Iran sepakat gencatan senjata usai perang lebih dari sebulan.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional