Gaya Hidup 'kekinian' Ini Bisa Picu Penyakit Ginjal, Anak Muda Bisa Kena!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Penyakit ginjal kerap dikaitkan dengan glukosuria dan aspek usia. Tetapi, kondisi ini rupanya juga mengintai golongan usia muda.

Faktanya, kasus penyakit ginjal sekarang semakin banyak ditemukan pada orang dewasa muda, apalagi tanpa aspek akibat tradisional seperti diabetes.

Spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Pantai Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia, Dr Mah Doo Yee, mengungkap tren ini diduga berangkaian dengan perubahan style hidup modern. Mulai dari pola makan, konsumsi suplemen, hingga kebiasaan hidrasi di kalangan anak muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu nan disorot adalah diet tinggi protein nan sekarang populer. Meski dianggap sehat, pola makan ini dapat membebani kerja ginjal.

"Seiring waktu, beban kerja tambahan ini dapat memberi tekanan pada ginjal, terutama jika diet dikonsumsi dalam jumla nan sangat berat untuk jangka waktu nan lama," jelas Dr Mah, dikutip dari New Straits Times.

Selain itu, penggunaan suplemen olahraga secara berlebihan juga bisa memperparah kondisi. Beberapa suplemen mengandung stimulan, seperti kafein alias kreatin, nan berisiko menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan tekanan pada ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

Dr Mah menambahkan orang nan rutin berolahraga intens, bekerja di lingkungan panas, alias kurang minum cairan juga berisiko mengalami gangguan ginjal. Dehidrasi berulang dapat menurunkan aliran darah ke ginjal dan memicu cedera.

Dalam kondisi berat, perihal ini bisa berkembang menjadi nekrosis tubular akut (ATN). Itu merupakan kerusakan sel penyaring ginjal akibat kekurangan darah dan oksigen.

Tak hanya itu, tren konsumsi produk herbal, minuman detoks, hingga produk pelangsing juga perlu diwaspadai. Menurut Dr Mah, beberapa produk tersebut bisa memberikan pengaruh diuretik nan dapat meningkatkan gelombang buang air kecil.

Meski ini justru bisa memicu dehidrasi dan mengganggu kegunaan ginjal.

Beberapa obat herbal apalagi mengandung steroid nan dapat meredakan nyeri alias peradangan secara sementara. Tetapi, rawan jika digunakan dalam jangka panjang.

"Beberapa minuman detoks mungkin mengandung laksatif nan meningkatkan pergerakan usus dan menyebabkan kehilangan cairan," jelasnya.

Kondisi ini dapat memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit nan akhirnya membebani ginjal. Maka dari itu, penggunaan produk-produk tersebut kudu lebih hati-hati, terutama jika kandungan dan keamanannya tidak jelas.

Banyak Kasus Terlambat Terdeteksi

Penyakit metabolik tetap menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis. Data Registrasi Dialisis dan Transplantasi Malaysia 2023 menunjukkan glukosuria dan hipertensi menyumbang masing-masing 56 persen dan 30 persen kasus kandas ginjal.

Kedua penyakit ini merusak ginjal secara perlahan tanpa indikasi nan jelas. Konsultan nefrologi dan master transplantasi ginjal di Sunway Medical Centre, Dr Rosnawati Yahya, mengingatkan banyak pasien baru menyadari penyakitnya saat sudah parah.

"Tiga tahap pertama CKD biasanya tanpa gejala. Jika Anda menunggu sampai muncul gejala, Anda sudah terlambat," tegasnya.

Gejala Penyakit Ginjal nan Perlu Diwaspadai

Tanda awal penyakit ginjal, yakni:

  • Urine berbusa
  • Sering buang air mini di malam hari (nokturia)
  • Perubahan jumlah urine
  • Tekanan darah tinggi

Tanda alias indikasi lainnya, seperti:

  • Kelelahan
  • Pembengkakan pada kaki alias wajah
  • Sesak napas
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan

Simak Video "Video: Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Demi Hemat BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Sumber detik-health