Guangzhou, CNN Indonesia --
Salah satu merek China nan beraksi di Indonesia, GAC, menjelaskan tetap menunggu ketentuan pemerintah wilayah mengenai perubahan izin Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil listrik.
"Wacananya memang sudah ada, tapi ketentuan PKB itu bakal ditentukan masing-masing provinsi. Kami sedang menunggu nomor pastinya. Selama belum ada nomor resmi, kami belum bisa mengumumkan kapan kenaikan tersebut berlaku," ujar CEO GAC Indonesia Andry Cui dalam sesi wawancara eksklusif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 nan bertindak mulai 1 April 2026 menetapkan kendaraan listrik tidak dikecualikan dari beban PKB dan BBNKB seperti patokan sebelumnya. Kendaraan listrik mulai tahun ini kena PKB dan BBNKB, namun besarannya secara teknis tergantung kebijakan pemerintah provinsi.
Meski ada potensi kenaikan, Andry menegaskan pengguna kendaraan listrik tetap bakal menikmati penghematan signifikan dibanding mobil bahan bakar minyak (BBM).
Menurut dia variabel penghematan mobil listrik tidak hanya dari pajak, melainkan dari beberapa aspek seperti perubahan biaya bahan bakar di tengah bentrok Timur Tengah,dan biaya perawatan mesin EV nan lebih murah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inti dari penggunaan EV adalah penghematan biaya. Jika dihitung total, efisiensinya tetap unggul 75 persen dibandingkan teknologi sebelumnya," ujar Andri.
Rencana mobil hybrid
Tak hanya bicara soal pajak, GAC juga membocorkan rencana besar di semester kedua tahun ini, termasuk menambah lini produk di Indonesia. Selain kehadiran lini MPV baru, Andry juga berencana membawa teknologi penggerak pengganti seperti plug-in hybrid vehicle (PHEV).
Terkait komitmen lokal, GAC juga tengah mengejar sasaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada tahun depan, naik dari nomor saat ini nan berada di kisaran 40 persen. Untuk mencapai sasaran kenaikan 20 persen tersebut, komponen baterai menjadi konsentrasi utama.
"Porsi terbesar untuk meningkatkan konten lokal tentu ada pada baterai. Kami terus mengembangkan relasi jaringan untuk memastikan semua mobil nan diproduksi lokal memenuhi standar tersebut," tutup Andry.
(arf/fea)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·