Ekonomi Digital Ri Diproyeksi Tembus Rp 22.513 Triliun

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta -

Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga Rp22.513 triliun pada 2045. Lonjakan tersebut membikin rumor tata kelola teknologi, khususnya kepintaran buatan (AI), perlindungan data, dan keamanan siber, semakin menjadi perhatian di area Asia Tenggara.

Mengacu pada laporan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) nan menggunakan info Kementerian PPN/Bappenas, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 20,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) alias sekitar Rp22.513 triliun pada 2045.

Programme Director TFGI, Citra Nasruddin, mengatakan perkembangan teknologi nan sangat sigap membikin tata kelola digital tidak cukup hanya mengandalkan pembentukan izin baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang krusial bukan sekadar membikin aturan, tetapi gimana lembaga mengambil keputusan, mengoordinasikan implementasi, dan merespons tantangan baru nan terus muncul," ujar Citra dikutip Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, Managing Director for Policy Design and Operations ERIA, Aladdin D. Rillo, menilai transformasi digital ASEAN sekarang memasuki fase baru nan menuntut izin lebih adaptif terhadap kondisi pasar dan kesiapan digital masing-masing negara.

"Pertanyaannya bukan lagi apakah izin diperlukan, tetapi gimana memastikan patokan dan kelembagaan nan ada betul-betul sesuai dengan kondisi pasar nan diatur," kata Rillo.

Digital and AI Policy Economist ERIA, Randeep Kaur, menyoroti semakin kompleksnya hubungan antara perkembangan AI dan tata kelola data.

Menurut dia, banyak izin perlindungan info saat ini belum bisa mengejar kecepatan perkembangan teknologi AI, terutama mengenai rumor persetujuan penggunaan data, privasi, hingga pengelolaan data.

Karena itu, negara-negara ASEAN dinilai perlu membangun izin nan lebih adaptif agar penemuan teknologi tetap berkembang tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan publik.

Isu tersebut mengemuka dalam forum tertutup berjudul "Tata Kelola Teknologi di Asia Tenggara: Memahami Arah Regulasi Teknologi Baru di Indonesia" nan digelar Economic Research Institute for ASEAN and East Asia berbareng Tech for Good Institute di Jakarta, Senin (12/5).

Forum nan dihadiri dihadiri beragam pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga kebijakan regional untuk membahas arah tata kelola AI dan info di Indonesia ini membahas arah baru izin teknologi di Asia Tenggara, khususnya tata kelola AI dan data, di tengah dinamika geopolitik dan transformasi digital nan berkembang sigap di kawasan.

Dalam forum tersebut, TFGI sekaligus meluncurkan laporan tahunan berjudul The Evolution of Tech Governance in Southeast Asia 2026 nan memetakan perkembangan kebijakan teknologi di enam negara Asia Tenggara, ialah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Diskusi ini berjalan ketika ASEAN tengah mempercepat negosiasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) nan ditargetkan rampung dan ditandatangani pada 2026

TFGI dan ERIA menyatakan bakal terus mendorong perbincangan regional berbasis riset dan pengalaman kebijakan untuk memperkuat integrasi digital dan tata kelola teknologi di Asia Tenggara.


(agt/agt)

Sumber detik-inet