Jakarta, CNN Indonesia --
Bank Indonesia (BI) kembali meningkatkan suku kembang referensi atau BI Rate sebesar 25 pedoman poin menjadi 5,5 persen pada Selasa (9/6). Kenaikan ini berpotensi membikin angsuran kendaraan baru semakin berat.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini merupakan langkah lanjutan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah nan terus terdepresiasi hingga menembus Rp18.000 per dolar AS.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari akibat tingginya gejolak dunia akibat perang di Timur Tengah," ujar Perry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama BI Rate, suku kembang Deposit Facility ikut naik 25 pedoman poin menjadi 4,5 persen dan Lending Facility naik 25 pedoman poin menjadi 6,25 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cicilan melangkah tidak berubah
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno memastikan pengguna nan sudah punya perjanjian pembiayaan melangkah tidak perlu panik. Besaran angsuran tidak bakal berubah.
"Untuk pengguna nan sudah jalan berbareng pembiayaan itu tidak bakal ada perubahan naik turunnya suku bunga," kata Suwandi, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (9/6).
Namun bagi calon pengguna baru, situasinya berbeda. Suwandi menjelaskan sekitar 70 persen sumber pendanaan perusahaan multifinance berasal dari pinjaman perbankan, jadi jika bank ikut meningkatkan kembang pinjaman ke perusahaan pembiayaan kemungkinan besar selisih itu diteruskan ke konsumen baru dalam corak kembang nan lebih tinggi.
"Dampaknya bukan kepada pembiayaan nan sedang berjalan, tetapi kepada nan bakal datang. Nanti bakal dikaitkan dengan daya beli dan keahlian bayar," ujar Suwandi.
Pembelian kendaraan secara angsuran mempunyai porsi besar di Indonesia, jika semakin berat kemungkinan bakal memengaruhi penjualan unit baru secara nasional.
Pada Mei 2026 penjualan mobil baru (wholesales) sudah memperlihatkan indikasi penurunan. Dalam info Gaikindo penjualan terekam turun 14,3 persen di bulan itu menjadi 69.219 unit dibanding bulan sebelumnya.
Walau demikian penjualan selama Januari-Mei 2026 tetap tercatat lebih tinggi 12,8 persen (359.015 unit) dibanding periode sama pada 2025.
(fea)
Add
as a preferred source on Google
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·