Dua Ujian Besar Menanti Bos Baru Apple John Ternus

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

John Ternus bakal menjadi CEO baru Apple menggantikan Tim Cook. Dua ujian besar mengenai masa depan iPhone sudah menanti Ternus ketika dia mengambil alih posisi Cook pada bulan September.

Laporan Financial Times mengatakan Ternus kudu mengambil keputusan soal kebijakan nilai iPhone di tengah kenaikan nilai memori. Menurut kajian JP Morgan, memori kemungkinan bakal mencakup 45% dari total biaya komponen iPhone pada tahun 2027, naik dari sekitar 10% saat ini.

Apple tidak bisa lagi mengamankan pasokan memori dalam jumlah besar seperti sebelumnya lantaran perusahaan nan terlibat dalam prasarana AI seperti Nvidia sudah memborong stok memori nan terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternus pun dihadapkan dua pilihan, apakah Apple rela menanggung kenaikan biaya komponen dan mengurangi margin keuntungan, alias meningkatkan nilai iPhone dengan akibat nomor penjualan bakal menurun.

"Saat September tiba, Apple mempunyai dua pilihan: pertama, mereka meningkatkan nilai produk, alias kedua, mreka berbicara 'mari kita merebut pangsa pasar,'" kata Wamsi Mohan, analis senior di Bank of America, seperti dikutip dari Financial Times, Kamis (30/4/2026).

"Ada kemungkinan besar mereka bakal berupaya merebut pangsa pasar," sambungnya.

Tantangan lainnya nan bakal dihadapi Ternus adalah gimana dia mengelola produksi dan rantai pasok iPhone dan produk Apple lainnya di China, India, dan Amerika Serikat.

Saat ini sebagian besar iPhone diproduksi di China, dan 25% lainnya diproduksi di India. Keputusan ini disambut dingin oleh pemerintah China, dan pada Februari lampau muncul laporan nan menyatakan China dengan sengaja menjegal produksi iPhone di India.

Sebelum lengser, Cook sukses meyakinkan pemerintahan Donald Trump bahwa Apple tidak mungkin memindahkan produksi iPhone ke AS. Namun, dia sudah berkomitmen untuk mengucurkan investasi hingga ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan nan kudu dilanjutkan oleh Ternus.

"Investasi di AS bakal menjadi salah satu aspek krusial strategi Apple dalam beberapa tahun ke depan. Bagi John Ternus, pertanyaannya adalah gimana saya memposisikan perusahaan agar berada di sisi nan benar, baik di mata Washington maupun Beijing," ujar Samik Chatterjee dari JP Morgan.


(vmp/fay)


Sumber detik-inet