Disorot Rano Karno, Seserius Ini Dampak El Nino 'godzilla'! Kemenkes Beri Warning

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Fenomena El Nino ekstrem nan kerap dijuluki 'Godzilla' diprediksi bakal berakibat luas di Indonesia, tidak hanya pada sektor lingkungan dan pangan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan adanya peningkatan akibat penyakit akibat perubahan kondisi cuaca nan signifikan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan El Nino nan memicu musim tandus panjang dengan curah hujan rendah menyebabkan menurunnya proses rain washing. Kondisi ini membikin polutan udara tidak tersapu hujan dan justru terakumulasi di atmosfer.

"Udara menjadi stagnan, diperparah lapisan inversi dan angin lemah. Risiko kebakaran rimba dan lahan juga meningkat, sehingga menimbulkan kabut asap nan berakibat langsung pada kesehatan," beber dia kepada detikcom Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kualitas udara nan memburuk, peningkatan suhu dan perubahan lingkungan turut memicu berkembangnya penyakit tular vektor. Genangan air nan terbentuk selama periode tertentu menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak, meningkatkan akibat penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Tak hanya itu, kualitas air dan sanitasi nan menurun selama tandus panjang juga berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, tifoid, kolera, hingga leptospirosis.

Imbauan Kemenkes RI

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan protokol kesehatan sebagai corak perlindungan diri selama periode El Nino, di antaranya:

  • Memantau kualitas udara melalui aplikasi alias situs resmi
  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi
  • Menutup ventilasi rumah, kantor, alias sekolah saat udara buruk
  • Menggunakan penjernih udara dalam ruangan
  • Menghindari paparan asap, termasuk rokok
  • Memakai masker saat kualitas udara memburuk
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  • Berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gangguan kesehatan, terutama pernapasan

Kekhawatiran terhadap akibat kesehatan juga diungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia menilai musim tandus tahun ini berpotensi berjalan lebih lama dan meningkatkan akibat pandemi penyakit.

"Penyakit pertama nan bakal kita hadapi andaikan El Nino terjadi, ialah DBD," kata Rano.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengatasi tumpukan sampah nan berpotensi menjadi sarang nyamuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berencana mengintensifkan kerja bakti, termasuk normalisasi saluran air dan pembersihan lingkungan.

(naf/kna)

Sumber detik-health