Ahmad Fahrozi (23) tega memutilasi ibu kandungnya berinisial SA (63) di Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel). Pelaku mengaku jengkel tidak diberi duit oleh korban untuk bermain gambling online (judol).
"Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Lahat guna investigasi lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polres Lahat AKP M Ridho Pradani dari keterangan resmi nan diterima, seperti dilansir detikSumbagsel.
"Diduga emosi nan disebabkan oleh korban tidak memberi duit saat pelaku meminta duit nan digunakan untuk bermain gambling slot," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri-ciri Orang Kecanduan Judol
Efek kecanduan judol bisa dikatakan sama halnya dengan narkoba. Mereka nan terjebak di dalamnya seakan berada di 'lingkaran setan'. Dampaknya tidak hanya ke diri sendiri, dalam kondisi tertentu family juga bisa merasakannya.
Mereka nan kecanduan judol, area depan bagian otak berjulukan prefrontal cortex-nya mengalami masalah, sehingga bakal kehilangan kendali. Dengan kata lain, meskipun dia mau berakhir bermain, otak tersebut seakan menolak.
Spesialis psikologis dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengungkapkan ada beberapa karakter seseorang sudah kecanduan judol, tapi sering diabaikan. Gangguan psikologis ini disebut gangguan kompulsif gambling patologis.
"Saat ini Indonesia masuk fase darurat kecanduan gambling lantaran sudah sangat maraknya kasus gambling baik konvensional alias online nan meresahkan di masyarakat. Indonesia masuk pada negara nan tertinggi kasus gambling online-nya," kata dr Lahargo beberapa waktu lalu.
Biasanya, pasien mengalami setidaknya 5 dari 9 kriteria berasas Diagnostic Statistical Manual (DSM V), nan meliputi:
- Keinginan untuk bertaruh dengan jumlah nan semakin bertambah besar untuk mendapatkan kenikmatan nan diharapkan.
- Menjadi gelisah, sensitif dan mudah tersinggung saat berupaya mengurangi alias memberhentikan perilaku berjudi.
- Selalu kandas dalam upaya mengurangi dan memberhentikan perilaku berjudi.
- Selalu berpikir untuk bermain gambling lantaran adanya sugesti pengalaman bertaruh sebelumnya dan selalu berupaya untuk mendapatkan duit nan bakal dipakai untuk berjudi.
- Melakukan perilaku bertaruh saat sedang stres, cemas, gelisah, bersalah dan tertekan.
- Setelah kehilangan duit nan banyak lantaran bertaruh kembali lagi melakukannya dengan angan mendapatkan kembali uangnya nan lenyap lantaran berjudi.
- Berbohong, manipulatif bahwa telah terlibat dalam judi.
- Mengalami masalah dalam relasi, pekerjaan, akademik, karir, dan kesempatan lantaran perilaku gambling nan dilakukan.
- Bergantung pada orang lain untuk mengatasi masalah finansial nan diakibatkan oleh judi.
(dpy/kna)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·