Meminum satu sendok makan minyak oliva dengan sedikit perasan lemon mungkin terdengar seperti pola hidup sehat nan sederhana. Namun, bagi sebagian orang, kebiasaan ini justru bisa memicu masalah kesehatan baru jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
Dokter ahli kulit drRuri Pamela, SpDVE, mengingatkan adanya akibat nan kudu diwaspadai di kembali tren glowing ini. Bagi perseorangan nan mempunyai riwayat masalah pencernaan, sifat masam dari lemon bisa menjadi bumerang. Konsumsi rutin dalam jangka panjang dapat mengganggu lambung.
"Sifat masam dari lemon itu bisa memicu kekambuhan pada mereka nan mempunyai riwayat aslam (asam lambung) alias GERD," ujar dr Ruri saat diwawancarai detikcom ditulis Rabu (8/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain akibat pencernaan, kandungan kalori dalam minyak oliva juga kudu diperhatikan. Meski mengandung lemak sehat, minyak oliva adalah bahan makanan nan padat energi.
"Minyak oliva padat bakal kalori sebetulnya, jadi jika dikonsumsi berlebihan tanpa menghitung asupan kalori harian lainnya, bisa berisiko terhadap penambahan berat badan," ucap dia.
dr Ruri juga memberikan peringatan unik bagi orang nan sedang dalam masa pengobatan tertentu, seperti mengonsumsi obat pengencer darah. Hal ini dikarenakan kandungan vitamin E dosis tinggi dalam minyak oliva dapat memengaruhi langkah kerja obat tersebut.
Oleh lantaran itu, dia sangat menyarankan agar masyarakat berkonsultasi terlebih dulu dengan master sebelum mencoba ramuan ini secara rutin setiap hari.
"Pastikan menggunakan nan memang murni dan lemon segar. Minyak zaitunnya pakai nan Extra Virgin Olive Oil (EVOO)," jelasnya.
(kna/kna)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·