Jakarta, CNN Indonesia --
Delegasi Iran untuk perundingan tenteram dengan Amerika Serikat tiba di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) awal hari waktu setempat.
Proses perundingan dengan delegasi AS rencananya digelar Sabtu (11/4) pagi ini waktu setempat alias Sabtu siang WIB. Delegasi AS bakal diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan unik Steve Witkoff, dan Jared Kushner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga masuk dalam rombongan negosiasi Iran.
Ghalibag sebelumnya menyatakan melalui akun X bahwa Washington setuju untuk mencabut pembekuan aset Iran dan menghentikan serangan Israel di Lebanon sehingga negosiasi bisa dimulai.
Iran sempat menegaskan baru bakal mau negosiasi jika Lebanon tidak diserang Israel.
Media Iran Tasnim News Agency melaporkan total 10 personil tim negosiasi Iran nan bakal melakukan perundingan tenteram dengan AS di Pakistan.
Sementara belum ada pernyataan dari Gedung Putih mengenai tuntutan Iran, Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa satu-satunya Iran bisa selamat dari kehancuran total lantaran akhirnya bersedia duduk di meja perundingan.
"Iran tidak menyadari bahwa mereka tidak mempunyai kartu truf selain pemerasan jangka pendek terhadap bumi dengan menggunakan jalur perairan internasional. Satu-satunya argumen mereka tetap hidup hingga hari ini adalah untuk bernegosiasi!" katanya.
Sebelumnya, Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa pekan lalu, hanya beberapa jam setelah tenggat ultimatum Trump kepada Iran.
Gencatan itu menghentikan sementara serangan AS dan Israel ke Iran. Namun, Teheran tidak sepenuhnya mengakhiri blokade Selat Hormuz lantaran Israel tetap membombardir markas Hizbullah nan merupakan proksi Iran di Lebanon.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Jumat malam mengungkapkan pertaruhan dari negosiasi tersebut.
"Gencatan senjata permanen adalah tahap selanjutnya nan susah lantaran kudu menyelesaikan sejumlah masalah nan rumit melalui negosiasi. Ini, nan disebut dalam bahasa Inggris, sebagai 'make or brake phase' (fase penentu)," kata Sharif, dikutip dari Reuters.
(bac)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·