Jakarta, CNN Indonesia --
China murka usai Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat memblokade jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz dan menenggelamkan alias mengusir kapal nan tertahan di sana.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan tindakan AS berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"AS meningkatkan pengerahan militer dan melakukan tindakan blokade nan ditargetkan, nan hanya bakal memperburuk ketegangan, dan melemahkan perjanjian gencatan senjata nan sudah rentan serta kian membahayakan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz." kata Guo dalam konvensi pers pada Selasa (14/4), dikutip AFP
"Ini tindakan rawan dan tak bertanggung jawab," imbuh dia.
Dalam konvensi pers sebelumnya, Guo menekankan Selat Hormuz adalah rute internasional nan krusial untuk daya dan peralatan lain.
Lebih lanjut, jubir itu mengatakan menjaga keamanan dan stabilitas area serta memastikan kelancaran lampau lintas adalah kepentingan berbareng organisasi internasional.
"Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah bentrok militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, bentrok kudu dihentikan sesegera mungkin," ucap Guo, di situs resmi Kemlu China.
Semua pihak, kata dia, perlu tetap tenang dan menahan diri. China bakal terus memainkan peran konstruktif.
Mengenai pembelian minyak, China siap bekerja sama dengan negara lain untuk bersama-sama menjaga keamanan daya dunia dan menjaga rantai pasokan tetap stabil.
"Namun, untuk menyelesaikan masalah ini secara mendasar, nan perlu dilakukan pertama dan terutama adalah memulihkan perdamaian dan stabilitas di area Teluk dan Timur Tengah," ujar Guo.
AS mengumumkan blokade Selat Hormuz itu usai negosiasi dengan Iran di Pakistan buntu. Dalam perundingan damai, Washington mau Teheran menghentikan total program nuklir mereka dan menyerahkan material uranium nan diperkaya.
Iran sementara itu kukuh mempertahankan kewenangan pengayaan uranium dan menegaskan kendali atas Selat Hormuz.
Negosiasi AS-Iran berjalan usai perang selama lebih dari sebulan. AS dibantu Israel terus menggempur negara Timur Tengah itu hingga menyebabkan ribuan orang tewas.
Iran tak tinggal diam, mereka membatasi secara ketat akses kapal di Selat Hormuz terutama negara nan berafiliasi alias mendukung AS-Israel.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·