Jakarta, CNN Indonesia --
Chelsie Monica Ignesias Sihite membagikan cerita soal pertandingan catur kilat melawan Magnus Carlsen yang berujung kemenangan di Hong Kong, Selasa (16/6).
Chelsie berjumpa pecatur ranking satu bumi itu dalam rangkaian aktivitas FIDE World Rapid Team Championship 2026. Sehari sebelum pembukaan acara, terdapat laga ekshibisi nan mempertemukan Carlsen dengan 24 pecatur dari beragam negara.
Carlsen menjalani duel catur kilat secara simultan melawan 24 pecatur, termasuk Chelsie nan menjadi satu-satunya penakluk Greatest Of All Time (GOAT) catur saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chelsie datang dalam kejuaraan internasional itu sebagai bagian dari tim Indonesia dan sejak awal tidak ada rencana bertanding melawan Carlsen, namun kemudian kesempatan datang.
"Saya berasosiasi dengan Seth dari Annie Chess lantaran kami sudah pernah bekerja berbareng sebelumnya di Bali, Indonesia. Jadi kemarin dia bilang ke saya jika saya bisa bermain hari ini dan saya sangat senang," tutur Chelsie dalam wawancara nan diunggah di akun YouTube ChessBase India.
"Saya betul-betul antusias lantaran saya sebenarnya ke Hong Kong untuk bermain di World Rapid and Blitz memihak tim Indonesia," ucapnya menambahkan.
Tak hanya merasa senang, Chelsie juga kemudian merasa grogi dan cemas dalam pertandingan melawan Carlsen.
"Bisa bermain dengan Magnus membikin saya senang dan ya ada rasa grogi lantaran dia adalah pecatur terbaik sepanjang masa [GOAT], dan salah satu pujaan saya juga," kata Chelsie.
"Saya semakin grogi lantaran banyak anak-anak nan bermain. Jadi saya berambisi saya tidak kalah dengan cepat, lima alias sepuluh menit. Saya hanya berupaya bertahan, tetapi saya beruntung," ujarnya melanjutkan sembari tertawa.
Chelsie menerangkan dalam pertandingan melawan Carlsen dengan melakukan pembukaan Italia nan biasa dia lakukan.
"Pada saat pembukaan semua melangkah normal dan saya hanya berupaya menahan posisi saya, hanya mengembangkan apa nan saya ingat dan hati-hati menghadapi ancaman dari dia," terangnya.
Kemudian di tengah-tengah pertandingan Chelsie memandang Carlsen lengah tidak menyadari pergerakannya nan melakukan serangan kembali hingga kemudian Chelsie mengalahkan Carlsen dengan sekakmat.
(nva/ptr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·