PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai capaian pendapatan wilayah nan tetap minim. Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada minggu pertama Juni lalu, realisasi pendapatan Provinsi Kalteng baru menyentuh nomor 32 persen.
Junaidi menyebut kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat waktu efektif pengerjaan anggaran hanya tersisa sekitar lima bulan hingga November mendatang. Jika tren ini berlanjut, dikhawatirkan sasaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak bakal tercapai 100 persen di akhir tahun.
“Kita memang agak bersedih, kita kemarin sudah RDP, jika tidak salah Minggu pertama Juni kemarin. Dari hasil RDP tersebut hasil capaian pendapatan kita baru 32 persen,” ujar Junaidi, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut perhitungannya, waktu efektif nan tersisa bagi pemprov sangatlah terbatas untuk mengejar sasaran anggaran nan ada.
“Perhitungan efektif kita cuman sampai bulan 11 (Movember) kan, berfaedah sisa lima bulan. Nah jangan-jangan kelak di bulan 11 APBD kita tidak bisa tercapai 100 persen pendapatan kita,” lanjut Politisi Demokrat ini.
Ia menegaskan bahwa kegagalan memenuhi sasaran pendapatan ini bakal berakibat langsung pada program-program nan sudah direncanakan untuk kepentingan masyarakat luas. Oleh lantaran itu, hasil rapat berbareng di awal Juni tersebut kudu menjadi bahan pertimbangan serius.
“Harapan kita di bulan 11 (November) bisa maksimal. Artinya kita tergarap 100 persen pendapatan kita. Kalau tidak 100 persen, berfaedah pembangunan tertunda semua,” tegasnya.
(Syauqi)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·