Byd-chery Buka Suara Krisis Bbm Dorong Warga Beli Mobil Listrik

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

BYD sebagai salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global, termasuk Indonesia, menilai akibat krisis daya termasuk bahan bakar minyak (BBM) akibat bentrok Timur Tengah berkesempatan memengaruhi minat konsumen beranjak ke mobil listrik. Kondisi itu diakui BYD telah terjadi di banyak negara.

"Kami juga lihat berbareng di beberapa negara, memang kondisi ini turut mendorong meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik," kata Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia saat dihubungi, Kamis (1/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian dia menegaskan bagi BYD visi jangka panjang tetap menjadi nan utama. Ia berbincang mengenai pentingnya mengurangi ketergantungan BBM sebagai daya utama.

"Namun bagi BYD, konsentrasi utama kami tidak semata pada dinamika jangka pendek, namun kepada solusi praktis berkelanjutan, sesuai dengan visi BYD dari awal nan bergerak di bagian Energy Acquisition, Energy Storage, dan Energy Utilization," ucap dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sisi hulu, renewable energy source menjadi salah satu solusi alternatif yang sangat diperlukan saat ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap daya fosil nan semakin terbatas dan mempunyai tingkat ketidakpastian nan tinggi," kata Luther.

Luther melanjutkan penggunaan New Energy vehicle (NEV) merupakan solusi paling efektif meningkatkan efisiensi daya sekaligus membantu mengurangi akibat emisi karbon.

"Karenanya, BYD bakal terus memgampanyekan dua perihal krusial tersebut kepada publik, terutama mendorong agar lebih banyak lagi masyarakat Indonesia nan dapat merasakan faedah dari NEV menuju masa depan nan lebih baik," kata dia.

Luther mengatakan prihatin dengan situasi geopolitik terkini. Ia juga menyebut industri otomotif pada dasarnya tergantung dari daya beli masyarakat.

"Pada dasarnya, kami memandang industri otomotif adalah bagian sangat tergantung pada daya beli masyarakat. Kami berambisi dinamika seperti krisis daya dunia tidak berakibat luas pada banyak perihal termasuk kondisi pasar," ucap Luther.

Secara terpisah, Vice Country Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania mengatakan potensi kenaikan nilai maupun krisis BBM belum tentu berakibat langsung terhadap lonjakan penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia.

Budi beranggapan realisasi di lapangan tetap sangat berjuntai pada sejumlah aspek lain.

"Saat ini kondisi nya tetap belum clear walaupun diprediksi bakal memicu peningkatan demand terhadap mobil listrik, namun perihal ini juga belum bisa diprediksi secara pasti," ujar Budi saat dihubungi, Selasa (31/3).

Menurut Budi ada dua aspek utama nan bakal sangat menentukan arah pasar kendaraan listrik ke depan. Pertama kondisi perekonomian masyarakat, dan kedua mengenai kejelasan skema insentif dari pemerintah.

"Dua aspek utama ialah kondisi perekonomian dan skema insentif nan sampai saat ini belum difinalkan kelanjutannya," kata Budi.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-oto