Bukan Sekadar Fomo, Dokter Ungkap Manfaat Lari Untuk Tubuh

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 20:00 WIB

Lari Maraton Ilustrasi. Bukan hanya fomo, lari rupanya bagus untuk kesehatan tubuh dan pikiran. (iStockphoto/tibor5)

Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena lari belakangan semakin mudah ditemui di beragam kota di Indonesia. Dari area car free day hingga taman kota, semakin banyak orang nan menyempatkan diri mengenakan sepatu lari dan berolahraga berbareng komunitas.

Bagi sebagian orang, tren ini mungkin terlihat sebagai bagian dari kejadian fear of missing out (FOMO) alias kemauan untuk ikut-ikutan tren nan sedang populer. Namun di kembali itu, para mahir menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap lari justru membawa akibat positif bagi kesehatan.

Data terbaru menunjukkan bahwa 7 dari 10 masyarakat Indonesia sekarang menjadikan lari dan aktivitas luar ruang sebagai bagian dari keseharian mereka. Pertumbuhan ini juga mendorong berkembangnya organisasi lari, dengan jumlah klub lari nan meningkat hingga 3,5 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dokter Ikhsanuddi Qothi nan aktif membagikan edukasi di media sosial, tren olahraga nan sedang berkembang saat ini patut diapresiasi lantaran dapat membantu masyarakat menjalani hidup nan lebih sehat.

"Kalau kita bicara olahraga, sebenarnya tidak bisa memisahkan antara tubuh dan pikiran. Keduanya saling berkorelasi. Saat pikiran sehat, tubuh juga condong lebih sehat. Sebaliknya, tubuh nan sehat bakal membantu menjaga kesehatan mental," ujar Ikhsanuddi dalam peluncuran BrookFarm Almond Run 2026 di Jakarta, Kamis (18/6).

Ia menegaskan bahwa olahraga, termasuk lari, semestinya tidak lagi dipandang sebagai aktivitas rekreasional semata.

"Menurut saya, olahraga bukan hanya aktivitas rekreasi, tetapi sudah menjadi kebutuhan agar kualitas hidup seseorang menjadi lebih baik," katanya.

Manfaat lari untuk tubuh dan pikiran

Lari dikenal sebagai salah satu olahraga nan mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak peralatan. Meski terlihat sederhana, manfaatnya sangat luas.

Secara fisik, lari membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, memperkuat otot, menjaga berat badan ideal, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Aktivitas ini juga membantu memperlancar sirkulasi darah sehingga beragam organ tubuh dapat bekerja lebih optimal.

Tak hanya itu, faedah lari juga dirasakan pada kesehatan mental. Saat berlari, tubuh melepaskan hormon endorfin nan dapat memunculkan emosi senang dan membantu mengurangi stres. Karena itu, banyak orang merasa suasana hati menjadi lebih baik setelah berolahraga.

Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas bentuk rutin dapat membantu menurunkan akibat gangguan kekhawatiran dan depresi, sekaligus meningkatkan kualitas tidur. Ikhsanuddi menilai inilah argumen kenapa olahraga tidak boleh hanya dipandang dari aspek bentuk semata.

"Kita tidak bisa memisahkan kesehatan tubuh dan pikiran. Keduanya saling mendukung," ujarnya.

Meski tren lari sedang berkembang pesat, menjaga konsistensi tetap menjadi tantangan terbesar bagi banyak orang. Menurut Ikhsanuddi, langkah pertama nan kudu dilakukan adalah memperbaiki pola pikir alias mindset mengenai tujuan berolahraga.

"Mindset-nya kudu dibenarkan terlebih dahulu, ialah olahraga lantaran mau sehat," kata dia.

Ia mengingatkan bahwa tujuan utama lari bukanlah mengejar jarak terjauh alias kecepatan tertinggi.

"Lari itu bukan soal seberapa sigap alias seberapa jauh, tetapi seberapa sehat nan bisa kita dapatkan dari aktivitas tersebut," jelasnya.

Selain itu, aspek nutrisi juga tidak boleh diabaikan. Tubuh memerlukan asupan gizi nan cukup untuk mendukung performa sekaligus mempercepat pemulihan setelah berolahraga.

Dokter Ikhsan Qothi saat menghadiri aktivitas Brook Almond Farm Run 2026 dan memberikan edukasi kesehatan seputar olahraga, Kamis (18/6).Dokter Ikhsan Qothi saat menghadiri aktivitas Brook Almond Farm Run 2026 dan memberikan edukasi kesehatan seputar olahraga, Kamis (18/6). (Foto: CNN Indonesia/Tiara Sutari)

Lari menjadi bagian style hidup

Meningkatnya minat masyarakat terhadap lari juga mendorong beragam pihak untuk menghadirkan aktivitas nan mendukung style hidup aktif.

Salah satunya melalui penyelenggaraan BrookFarm Almond Run 2026 nan bakal digelar pada 23 Agustus 2026 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Dokter Maria Melisa, Director of Marketing & Trading PR Sukanda Djaya - Diamond Cold Storage, mengatakan bahwa lari sekarang telah berkembang menjadi bagian dari style hidup masyarakat modern.

"Lari bukan hanya olahraga, tetapi sudah menjadi style hidup. Karena itu kami mau mendorong masyarakat Indonesia untuk semakin aktif bergerak melalui kombinasi aktivitas bentuk dan nutrisi nan baik," ujarnya.

Ajang tersebut bakal menghadirkan kategori 5K dan 10K nan terbuka bagi beragam kalangan, mulai dari pelari pemula hingga pelari berpengalaman.

Menurut Maria, tujuan utama aktivitas ini bukan sekadar membujuk masyarakat berlari, tetapi juga memotivasi mereka untuk memulai style hidup sehat dari langkah-langkah mini nan dilakukan secara konsisten.

"Yang terpenting adalah konsisten. Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan mini nan dilakukan terus-menerus," katanya.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle