Bukalapak Rugi Rp 425 M, Dulu Untung Rp 110 M

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta -

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan keahlian finansial nan merosot di kuartal I 2026. Pada periode tersebut, Bukalapak membukukan rugi dari untung di tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangannya, Bukalapak membukukan rugi bersih nan diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 425,5 miliar sepanjang kuartal I 2026. Hal tersebut berbanding terbalik dari periode nan sama tahun sebelumnya, di mana Bukalapak membukukan untung bersih sebesar Rp 110,65 miliar.

Namun begitu, Bukalapak mencatat pertumbuhan pendapatan neto menjadi Rp 2,3 triliun sepanjang kuartal I 2026, dari Rp 1,45 triliun di periode nan sama tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejalan dengan perihal tersebut, Bukalapak juga membukukan peningkatan beban pokok pendapatan menjadi sebesar Rp 2,2 triliun, dari Rp 1,32 triliun di periode nan sama tahun 2025.

Alhasil, Bukalapak membukukan rugi upaya sebesar Rp 519,1 miliar. Angka tersebut juga naik signifikan dibanding periode kuartal I 2025, ialah sebesar Rp 94,4 miliar.

Hingga akhir Maret 2026, Bukalapak membukukan total aset sebesar Rp 25,4 triliun. Sementara itu, perseroan juga membukukan liabilitas sebesar Rp 657,8 miliar dengan ekuitas sebesar Rp 24,7 triliun.

Hingga Maret 2026, Bukalapak juga mencatat penurunan jumlah karyawan. Bukalapak mempunyai 419 pada 31 Maret 2026, dari sebelumnya sebesar 424 tenaga kerja pada akhir 31 Desember 2025.

(acd/acd)

Sumber finance