Jakarta -
Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (23/04) dengan pelemahan tipis 0,24% ke level 7.541,61.
Penguatan saham ASII, MORA, dan BMRI sempat menahan penurunan indeks. Namun, tekanan dari saham DSSA, BREN, dan AMMN membikin IHSG tetap berada di area merah.
Pelaku pasar asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,04 triliun di pasar reguler dan Rp827,42 miliar di seluruh pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi sektoral, tiga sektor mengalami penurunan, dengan sektor basic industry mencatat koreksi terdalam sebesar 0,68%. Sementara itu, sektor transportasi menjadi nan paling menonjol dengan kenaikan 4,76%.
Berbanding terbalik dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat justru menguat. Indeks Dow Jones naik 0,69% ke posisi 49.490, diikuti S&P 500 nan bertambah 1,05% ke level 7.137, serta Nasdaq nan naik 1,64% ke 24.657.
Sentimen positif dipicu oleh perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran nan memberikan angan stabilitas dalam jangka pendek. Meski demikian, parameter pasar Indonesia di luar negeri menunjukkan pergerakan nan tidak searah, dengan ETF EIDO naik 0,12% sementara MSCI Indonesia turun 0,79%.
Berita Emiten
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
BREN terus memperkuat upaya daya panas bumi dengan menargetkan kapabilitas mencapai 1 gigawatt (GW) pada akhir tahun ini. Kapasitas terpasang perseroan meningkat dari 886 MW menjadi 910 MW pada akhir 2025, lampau kembali naik menjadi 926 MW setelah proyek retrofit Wayang Windu rampung pada awal 2026.
Tambahan kapabilitas juga berasal dari proyek Salak Binary dan retrofit Salak nan menyumbang sekitar 7,7 MW, melampaui sasaran awal. Di sisi eksplorasi, pengeboran di wilayah Hamiding pada akhir 2025 mengindikasikan potensi sumber daya panas bumi sekitar 55–60 MW, nan dapat menjadi pedoman pengembangan berikutnya.
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)
MINE memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp60,25 miliar alias setara Rp14,75 per saham untuk tahun kitab 2025. Nilai ini mencerminkan sekitar 29,81% dari untung bersih perseroan.
Dari total dividen tersebut, sekitar Rp48,67 miliar bakal diterima oleh pemegang saham pengendali, sedangkan sisanya didistribusikan kepada penanammodal publik. Perseroan juga menyisihkan Rp1,50 miliar sebagai cadangan, sementara sisa untung ditahan bakal digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan rencana ekspansi. Hingga saat ini, agenda pembagian dividen tetap belum diumumkan secara resmi.
Rekomendasi Saham Hari Ini
ENRG - Buy 1880-1890 | TP 1940-2000 | SL 1780
BBNI - Buy 3810-3830 | TP 3900-3990 | SL 3630
PTBA - Buy 2980-3000 | TP 3030-3100 | SL 2840
COAL - Buy 69-71 | TP 74-78 | SL 65
INET - Buy 350-354 | TP 362-376 | SL 332
Disclaimer: Ingat, bahwa segala kajian dan rekomendasi saham dalam tulisan ini berkarakter informatif sekaligus bukan merupakan rayuan untuk membeli alias menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing penanammodal sesuai dengan profil akibat dan tujuan finansial pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·