Bren-dssa Terancam Ditendang Dari Indeks Utama Bursa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal mengeluarkan saham kategori high shareholding concentration (HSC) dari indeks utama pasar modal Indonesia. Adapun indeks utama BEI saat ini di antaranya LQ45, IDX30, dan IDX80.

Ketiga indeks ini umumnya memuat saham-saham nan mempunyai likuiditas tinggi, esensial nan baik, dan kapitalisasi pasar besar. Berdasarkan pengumuman BEI pada awal April kemarin, terdapat dua saham HSC nan masuk dalam indeks utama ialah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan perubahan kriteria penunggu indeks utama ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi. Selain itu, BEI juga hendak memastikan investabilitas saham dalam indeks-indeks utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BEI juga mulai melakukan penerapan atas flagship IDX Index (IDX30, LQ45 dan IDX80) mengenai transparency reform seperti tidak memasukkan saham nan ada dalam HSC dalam konstituen Index Flagship IDX. Hal ini guna memastikan konstituen indeks investable, selaras dengan tujuan investasi dan dapat menjadi referensi bagi penanammodal dalam mengambil keputusan investasi," ungkap Nyoman dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/4/2026).

Saham-saham dalam kategori HSC juga terancam dicoret dari indeks dunia nan disediakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagaimana pengumumannya Selasa (21/4) kemarin. Namun begitu, BEI mengaku aktif berbincang dengan MSCI untuk menjelaskan rumor transparansi nan menjadi konsentrasi lembaga penyedia indeks saham dunia tersebut.

"Sebagaimana dalam pengumuman MSCI, saat ini MSCI sedang melakukan assessment atas market transformacy reform nan sudah dilakukan dan juga saat ini MSCI meminta feedback kepada client dan pelaku pasar atas reformasi nan dilakukan di Pasar Modal Indonesia," jelasnya.

Adapun perubahan kriteria penunggu indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 BEI meliputi minimum free float, jumlah hari transaksi, dan HSC. Dari sisi arti dan persyaratan free float, konstituen IDX80 kudu memenuhi minimum rasio free float sebesar 10%. Selain itu, saham tersebut kudu konsisten diperdagangkan dengan jumlah hari tanpa transaksi dibatasi maksimum satu hari dalam 6 bulan terakhir dan tidak masuk dalam kategori HSC.

Diketahui berasas pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal April, DSSA dan BREN masuk dalam kategori HSC, di mana kepemilikan saham terkonsentrasi alias dimiliki oleh segelintir pihak saja. BREN mempunyai struktur kepemilikan terkonsentrasi sebesar 97,31% dari total saham dalam corak warkat dan tanpa warkat.

Sementara DSSA, tercatat mempunyai struktur kepemilikan nan dikuasai segelintir pihak sebesar 95,76% dari total saham dalam corak warkat dan tanpa warkat. Kedua saham ini diketahui tercatat sebagai penunggu indeks MSCI berasas hasil rebalancing tahun lalu.

Kedua saham ini diketahui tercatat sebagai penunggu indeks MSCI berasas hasil rebalancing tahun lalu. Namun berasas pengumuman MSCI terbaru, keduanya sekarang terancam dicoret imbas masuk dalam kategori HSC.

"MSCI bakal mengeluarkan saham nan diidentifikasi oleh otoritas Indonesia dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC)," tulis pengumuman MSCI, dikutip Selasa (21/4/2026).

(acd/acd)

Sumber finance