PULANG PISAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau memperkuat kesiapsiagaan desa dalam menghadapi ancaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) melalui sosialisasi nan melibatkan 41 desa rawan terdampak di Aula Bapperida Pulang Pisau, Rabu 3 Juni 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo mengatakan, desa mempunyai posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah munculnya titik api saat musim tandus mulai berjalan di sejumlah wilayah.
Menurut Herman, pelibatan 41 desa tersebut didasarkan pada hasil pertimbangan kejadian karhutla beberapa tahun terakhir. Data tersebut menjadi referensi pemerintah wilayah untuk menyusun langkah mitigasi nan lebih terarah dan efektif.
Ia menjelaskan, sosialisasi tidak hanya bermaksud meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ancaman karhutla, tetapi juga membangun koordinasi nan lebih kuat antara pemerintah, abdi negara keamanan, lembaga teknis, organisasi masyarakat sipil, hingga relawan kebencanaan.
“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Diperlukan kerja berbareng nan melibatkan seluruh unsur agar upaya pencegahan melangkah maksimal sejak tingkat desa,” kata Herman.
Selain memberikan materi pencegahan, BPBD juga melakukan pendataan sarana dan prasarana nan tersedia di desa, mulai dari keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA), sumur bor, embung air, hingga menara pemantau nan dapat digunakan saat terjadi kebakaran.
Herman menambahkan kesiapan personel dan kelengkapan peralatan menjadi aspek krusial dalam menekan akibat karhutla. Karena itu, BPBD terus melakukan pemetaan kondisi lapangan sekaligus memperkuat sistem kesiapsiagaan agar respons penanganan dapat dilakukan secara sigap dan tepat ketika memasuki puncak musim kemarau. (denny)
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·