Jakarta -
Sebanyak 10 perusahaan dilaporkan mulai langkah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Para pekerja sudah diajak berbincang mengenai potensi pengurangan tenaga kerja nan bisa terjadi dalam tiga bulan ke depan.
Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, perihal ini dilakukan sebagai respons terhadap krisis imbas perang di Timur Tengah. Meskipun, Said Iqbal memastikan bahwa PHK tersebut belum terjadi.
"Jadi, berasas laporan dari personil KSPI di tiket pabrik ya, kita kan punya personil di pabrik, bahwa mereka sudah mulai diajak ngomong lah, belum melakukan PHK baru diajak ngomong, jika perang tetap berlanjut, maka tiga bulan ke depan ini pasti ada potensi PHK," kata Said Iqbal saat dihubungi detikcom, Selasa (14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, 10 perusahaan tersebut mempekerjakan 9.000 orang. Perusahaan-perusahaan itu tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, serta sebagian di Banten dan Jawa Tengah.
"Ada 10 perusahaan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian mini di Banten dan Jawa Tengah, tapi memang baru laporan. Nah, itu melibatkan hampir, nyaris kurang lebih nan 10 perusahaan ini saja ya, kan kita nggak tahu di luar ini. Itu nyaris kurang lebih mendekati 9 ribuan orang," tambah dia.
Ia menjelaskan, potensi PHK paling besar terjadi di sektor industri padat karya seperti tekstil dan garmen. Industri ini sangat berjuntai pada bahan baku impor seperti kapas dari Australia, Brasil, dan Amerika Serikat, nan sekarang terancam terganggu pasokannya serta mengalami kenaikan harga.
Kemudian industri otomotif dan elektronik, kenaikan nilai BBM industri nan tidak disubsidi ikut mendorong perusahaan melakukan efisiensi, termasuk mengurangi tenaga kerja, terutama tenaga kerja kontrak. Industri berbasis petrokimia seperti plastik juga terdampak lantaran bahan bakunya berbasis impor dan dibayar dalam dolar AS.
"Kan elektronik banyak juga nan bahan dasarnya plastik. Misal contoh frame, frame-nya itu kan molding, molding-nya itu kan dari plastik. Rata-rata jika bahan bakunya nan ada plastik, kemungkinan potensi efisiensi penekanan labor cost buruk, itu pasti bakal ada efisiensi dalam corak pengurangan karyawan," tutup Said Iqbal.
(ily/ara)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·