Bocoran Soal Operator Kereta Cepat Bakal Diambil Alih Kemenkeu

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

COO BPI Danantara Dony Oskaria buka-bukaan soal adanya opsi Kementerian Keuangan mengambilalih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium nan mengelola Kereta Cepat Whoosh.

Dony bilang skema KCIC diambil Kemenkeu menjadi salah satu opsi nan dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut.

"Iya, kemungkinan, ini sedang kita... insyaallah mudah-mudahan sejenak lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, kelak saya bakal pembaruan lantaran jika sekarang belum final kita pembaruan kelak takut ramai lagi," ujar Dony ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria nan juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN itu menyatakan maksimal dua bulan semua opsi penyelesaian masalah Kereta Cepat selesai dibahas dan berbuah keputusan. Termasuk opsi ambil alih KCIC oleh Kementerian Keuangan.

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini bakal selesai," sebut Dony.

Perihal nasib konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dalam KCIC nan terdiri dari beberapa perusahaan pelat merah macam PT KAI, PT WIKA, PT Jasa Marga, hingga PTPN, Dony enggan menjelaskan bakal menjadi seperti apa.

Yang jelas, dia hanya menekankan pemerintah bakal membikin semua BUMN bekerja sesuai porsi dan keahliannya masing-masing. Dia mencontohkan WIKA nan masuk dalam konsorsium tersebut bakal konsentrasi hanya pada urusan upaya kontraktor, tak lagi mengurus urusan kereta cepat.

"Itu kita beresin sekalian, kan kita maunya sekali selesai tuntas semua kita kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ kita bakal konsentrasi ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan. Kita maunya semua nan diselesaikan tuntas," papar Dony.

Sejauh ini, konsorsium empat BUMN Indonesia tadi memegang 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pengelola kereta sigap Whoosh. Sisa 40% lainnya merupakan kepemilikan konsorsium perusahaan China.

Simak juga Video 'Menkeu Ingatkan Kementerian Jangan Belanja Ngawur: Gak bakal Saya Bayar!':

(acd/acd)

Sumber finance