Jakarta -
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) membukukan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 34% menjadi Rp 22,36 triliun sepanjang 2025. Capaian ini ditopang peningkatan keahlian kategori elektronik konsumen seperti smartphone dan kontribusi dari ekspansi omnichannel.
Emiten pengelola platform Blibli ini mencatat pertumbuhan gross keuntungan before discount (GPBD) sebesar 32% secara tahunan. Kemudian take rate naik menjadi 8,5%, mencerminkan peningkatan monetisasi lini upaya nan didukung optimasi bauran produk dengan margin nan lebih tinggi.
Kemudian dari sisi operasional, BELI mencatat penurunan rasio beban operasional terhadap total processing value (TPV) dari 7,4% menjadi 7,1%. Alhasil, EBITDA terhadap TPV tumbuh sebesar 60 pedoman poin dibandingkan tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhir 2025, Blibli mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen dan memperluas kehadiran di kategori lain melalui toko elektronik rumah tangga serta toko fesyen & olahraga. Selain itu, Perseroan juga mengelola 57 gerai supermarket premium nan dioperasikan Ranch Market dan 39 pusat pengalaman home & living melalui Dekoruma.
"Tahun 2025 menandai langkah maju nan tegas bagi Perseroan. Dalam tahun nan ditandai dengan moderasi konsumsi rumah tangga di Indonesia dan persaingan nan semakin ketat, kami tetap konsentrasi pada pembangunan ekosistem omnichannel nan terintegrasi," ujar CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Martono mengatakan, perseroan bakal melanjutkan strategi serupa untuk menghadapi dinamika ke depan. Blibli juga menargetkan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 15% hingga 20% di tahun 2026.
"Tahun 2026 bakal tetap penuh dengan tantangan. Namun, kami percaya model omnichannel terintegrasi kami mempunyai posisi nan tepat untuk menavigasi lanskap ini serta menangkap nilai seiring perkembangan pasar," pungkasnya.
(ahi/ara)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·