Bitcoin Senilai Rp 6,4 Miliar Selamat Berkat Ai Claude

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Seorang pemilik Bitcoin sukses menyelamatkan aset kriptonya senilai USD 400.000 (sekitar Rp 6,4 miliar) berkah support AI Claude.

Kisah ini dibagikan oleh seorang pengguna platform X (sebelumnya Twitter) dengan nama akun @cprkrn. Ia menceritakan bahwa dirinya kehilangan akses ke dompet mata uang digital miliknya lebih dari 11 tahun nan lampau akibat keteledoran konyol: dia mengubah kata sandi dompet tersebut saat sedang dalam kondisi mabuk, lampau melupakannya begitu saja keesokan harinya.

Beberapa minggu nan lalu, secercah angan muncul ketika dia menemukan catatan mnemonic (frasa pemulihan) lama. Sayangnya, frasa tersebut rupanya ditujukan untuk kata sandi sebelumnya, bukan nan terbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi putus asa, dia akhirnya beranjak ke kepintaran buatan besutan Anthropic, ialah Claude AI. Ia memasukkan seluruh info nan ada di komputer lamanya semasa kuliah ke dalam sistem AI tersebut untuk dianalisis.

Pecahkan Bug Lewat 3,5 Triliun Kombinasi

Secara mengejutkan, Claude sukses menemukan sebuah file dompet lama dari Desember 2019 nan menjadi kepingan puzzle nan hilang. File tersebut dilaporkan berisi kunci privat (private keys) nan dibutuhkan untuk mengakses dompet di Blockchain.com. Di dalamnya, tersimpan 5 Bitcoin (BTC) utuh nan dia beli pada tahun 2015 silam, saat nilai koin tersebut tetap berkisar di nomor USD 250.

Aset tersebut sama sekali tidak tersentuh sejak April 2015, sebelum akhirnya sukses dipindahkan pada minggu ini.

Sebelum menggunakan AI, sang pengguna mengaku telah berupaya melakukan brute-force (menebak kata sandi secara paksa) menggunakan btcrecover, sebuah perangkat pemulihan sumber terbuka (open-source).

Claude merangkum bahwa upaya brute-force nan dilakukan laki-laki tersebut telah menguji hingga 3,5 triliun kombinasi kata sandi, namun tak ada satu pun nan berhasil.

Titik terang akhirnya tiba ketika catatan mnemonic lama tersebut cocok dengan alamat nan tertaut pada file dompet tertentu. Claude kemudian menemukan file backup (cadangan) nan lebih tua dan mengidentifikasi adanya bug pada konfigurasi kata sandinya. Bug tersebut menyebabkan kunci utama dan kandidat kata sandi tidak tergabung dengan benar.

Setelah AI Claude memperbaiki kesalahan coding tersebut, dompet berisi miliaran rupiah itu pun akhirnya bisa didekripsi dan diakses kembali.

Momen Langka di Dunia Kripto

Atas keberhasilan ini, sang pengguna mengekspresikan kegembiraannya di X dan secara unik berterima kasih kepada Anthropic beserta CEO-nya, Dario Amodei. Ia apalagi berkelakar bahwa dia bakal menamai anaknya dengan nama bos Anthropic tersebut.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di masa-masa awal kehadiran Bitcoin, banyak kekayaan nan terperangkap secara permanen hanya lantaran manusia sangat rentan kehilangan kata sandi, merusak hard drive, alias membuang kitab catatannya.

Meskipun 5 BTC berbobot sangat fantastis, nomor tersebut tetap belum sebanding dengan tragedi nan dialami laki-laki asal Inggris, James Howells. Howells terkenal di bumi mata uang digital lantaran kehilangan 8.000 BTC (kini berbobot sekitar USD 647 juta) setelah hard drive miliknya secara tidak sengaja terbuang ke tempat pembuangan akhir nan berisi 1,4 juta ton sampah. Hingga kini, Howells tetap terus berupaya meminta izin pemerintah setempat untuk membongkar tumpukan sampah tersebut, demikian dirangkum detikINET dari TechSpot, Minggu (17/5/2026).


(asj/asj)

Sumber detik-inet