Jakarta -
Katanya, orang nan menjadi juara dan nan terbaik di sekolah lebih berpotensi untuk sukses di kehidupan. Akan tetapi, Bill Gates seakan mematahkan pemikiran itu.
Kutipan Bill Gates viral di mana dia mengaku tidak pernah menduduki puncak saat kuliah, tapi karyawannya sekarang adalah nan terbaik dari beragam kampus bergengsi.
"Saya mempelajari segalanya tetapi tidak pernah menjadi nan teratas. Namun saat ini, nan menduduki ranking teratas di universitas terbaik adalah tenaga kerja saya," ungkapnya, dikutip detikINET dari Times of India, Minggu (31/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan orang tumbuh dengan semangat untuk jadi nan terbaik di sekolah, belajar dengan giat agar dapat skor tertinggi. Namun, faktanya, kehidupan jarang bergerak dalam garis lurus.
Orang-orang nan tak mendapat ranking di sekolah bisa saja menemukan keahlian nan tidak pernah diukur dengan betul oleh sistem sekolah. Sebut saja keahlian seperti kreativitas, kepemimpinan, pengambilan risiko, komunikasi, hingga kegigihan saat diuji kegagalan. Kualitas-kualitas ini betul-betul dapat mengubah masa depan seseorang, meski jarang muncul di atas rapor.
Sekolah terkadang mengajarkan perihal nan tertata rapi, misalnya saja disiplin, memorisasi alias mengingat, pembelajaran terstruktur, dan ulangan harian. Bukan berfaedah tak bermakna, kendati demikian ada perihal krusial nan terlewatkan dari ini semua ialah hidup tidaklah sesistematis itu.
Di luar ruang belajar, situasi menjadi lebih acak-acakan dan tak terprediksi. Orang-orang kudu berimprovisasi untuk hidup, bangkit dari kegagalan dengan cepat. Itu berarti, keahlian dalam hidup spontan serta imajinatif sangat diandalkan -- dan itu berarti, nilai ujian di sekolah jadi tak sebesar itu nilainya.
Bill Gates sekarang dikaitkan dengan kekayaan, pengaruh, dan penemuan teknologi nan sangat besar. Gates masuk Harvard University, nan telah menempatkannya di antara mahasiswa paling pandai di dunia. Namun dia akhirnya meninggalkan universitas sebelum lulus untuk konsentrasi penuh membangun Microsoft berbareng Paul Allen.
Saat itu, putus sekolah mungkin terdengar 'kacau' bagi banyak orang di sekitarnya. Banyak orang tua nan memimpikan anak-anaknya masuk universitas elit. Walau begitu, Gates percaya kesempatan nan ada di hadapannya lebih krusial daripada jalur tradisional nan diharapkan semua orang untuk diikutinya.
Keputusan itu mengubah komputasi modern secara permanen. Microsoft kemudian menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh dalam sejarah, mempekerjakan ribuan lulusan berilmu tinggi dari universitas ternama di seluruh dunia.
Kutipannya terbukti. Anak laki-laki nan tidak dikenal sebagai siswa terbaik di kelas ini justru nan membangun perusahaan tempat para lulusan elit mau bekerja.
Pelajarannya, nilai dapat memengaruhi kehidupan, tetapi tidak mendefinisikannya sepenuhnya. Seseorang nan terus-menerus mendapat nilai rendah selama masa kanak-kanak tetap bisa memupuk mimpi dan percaya bahwa mereka bisa untuk sukses di masa depan.
(ask/ask)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·