Berhembus Kabar Stok Plastik Hanya Cukup Sampai Mei, Menperin Buka Suara

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita merespons kondisi nilai dan kesiapan bahan baku plastik nasional di tengah dinamika geopolitik global. Belakangan, nilai plastik mengalami kenaikan imbas perang di Timur Tengah.

Agus menjelaskan, eskalasi bentrok di area Timur Tengah telah memicu koreksi suplai pada sektor-sektor industri nan berjuntai pada nafta sebagai bahan baku utama. Gangguan pengedaran memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu.

"Mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia nan berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur pengedaran dan produksi di dunia memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus juga merespons rumor stok plastik nan dikabarkan hanya cukup sampai Mei. Dari info IKI, Industri bungkusan pada bulan Maret 2026 kondisinya tetap ekspansi sangat tinggi, sehingga stok produk plastik tetap cukup lantaran subsektor industrinya berkinerja tinggi.

Oleh lantaran itu, Agus meminta masyarakat dan industri tidak panik. Ia memastikan produk plastik tetap tersedia di pasar dan menyebut bahwa pemerintah berkomitmen agar tidak terjadi kekosongan stok di pasar.

"Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, lantaran produk plastik dipastikan tetap tersedia di pasar. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan beragam kanal pasokan alternatif," jelas Agus.

Agus menegaskan bahwa saat ini upaya pengamanan pasokan terus melangkah secara paralel. Meskipun, dia juga mengakui ada kenaikan nilai di tingkat produksi akibat kenaikan biaya bahan baku global.

Saat ini Kemenperin terus memperkuat koordinasi dengan para pengusaha manufaktur untuk memitigasi akibat pelemahan rantai pasok global. Langkah antisipatif ini diambil untuk memastikan industri manufaktur nasional tetap resilien dan tidak terganggu dalam memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

Agus menambahkan, Kemenperin berbareng pelaku industri petrokimia hulu saat ini tengah menempuh langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi, di antaranya:

Mencari Sumber Alternatif
Industri sedang aktif menjajaki pasokan nafta dari negara-negara di luar area Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan wilayah.

Optimalisasi LPG
Penggunaan LPG dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi guna menutupi celah kekurangan pasokan nafta.

Pemanfaatan Material Daur Ulang Pemerintah mendorong peningkatan penggunaan plastik hasil daur ulang (recycled plastic) berbobot tinggi sebagai substitusi pasokan untuk menjaga stabilitas stok di pasar.

(ily/ara)

Sumber finance