Mayoritas orang biasanya baru memikirkan golongan darah mereka saat hendak melakukan donor alias memerlukan transfusi darurat.
Namun, tahukah bahwa golongan darah di dalam tubuh sebenarnya menyimpan rahasia besar mengenai akibat kesehatan?
Secara medis, memang tidak ada istilah golongan darah 'terbaik'. Tetapi, empat kategori utama, ialah A, B, AB, dan O, terbukti secara klinis mempunyai kelebihan dan kelemahan biologis masing-masing dalam melawan penyakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai dari kerentanan terhadap kanker, serangan virus, hingga sensitivitas terhadap gigitan serangga. Berikut penjelasan dari sisi medisnya:
1. Golongan Darah A
Bagi pemilik golongan darah A, mungkin boleh sedikit bernapas lega lantaran tubuh condong kurang menarik bagi nyamuk. Bahkan, lebih kebal terhadap hantaman Norovirus, virus pemicu muntah musim dingin.
Namun, sisi negatifnya cukup banyak. Golongan darah A secara genetis dikaitkan dengan kadar kolesterol 'jahat' (LDL) nan lebih tinggi.
Dikutip dari New York Post, kondisi ini dapat memicu akibat serangan jantung dan stroke iskemik awal di usia muda.
Studi ilmiah juga menemukan bahwa pemilik golongan darah A mempunyai akibat lebih tinggi terkena kanker lambung dan kanker pankreas. Tak hanya itu, riset menunjukkan tubuh mereka memproduksi hormon kortisol lebih banyak, sehingga membikin karakternya jauh lebih rentan mengalami stres.
2. Golongan Darah B
Dari sisi positif, pemilik golongan darah B mempunyai akibat nan sangat rendah untuk terkena batu ginjal, kanker lambung, dan kanker kandung kemih. Tubuh mereka juga secara alami dibekali tembok pertahanan kuat terhadap kuman Helicobacter pylori ialah biang kerok tukak lambung, serta patogen mematikan seperti cacar dan malaria.
Kekurangannya, studi menunjukkan golongan darah B lebih rentan terinfeksi tuberkulosis (TBC) dan kolera. Para peneliti juga mencatat adanya prevalensi nan cukup tinggi terhadap akibat penyakit jantung, kanker pankreas, hipertensi, hingga glukosuria jenis 2.
3. Golongan Darah AB
Pemilik golongan darah AB+ (positif) adalah penerima universal, artinya bisa menerima donor darah jenis apa pun. Plasma darah dari golongan AB juga dijuluki sebagai 'emas cair' di bumi medis, lantaran sangat krusial bagi pasien trauma dan luka bakar.
Namun, di kembali keistimewaan tersebut, golongan darah AB mempunyai akibat tertinggi terhadap pembekuan darah, peradangan pembuluh darah, dan serangan jantung koroner.
Bahkan, sebuah studi nan dipublikasikan dalam jurnal Neurology menemukan kebenaran mengejutkan. Orang dengan golongan darah AB mempunyai akibat 82 persen lebih tinggi mengalami masalah memori dan berpikir nan memicu demensia (pikun) di usia tua.
Hal ini dipicu oleh tingginya kadar Faktor VIII, ialah protein pembekuan darah di tubuh mereka.
4. Golongan Darah O
Golongan darah O dikenal sebagai donor universal, unik O- (negatif). Berdasarkan info dari American Heart Association (AHA), pemilik golongan darah O mempunyai akibat terendah terkena serangan jantung, pembekuan darah di paru-paru, serta mempunyai akibat stroke 12 persen lebih rendah.
Mereka juga lebih kebal dari indikasi parah COVID-19.
Kabar buruknya, golongan darah O adalah sasaran paling utama bagi Norovirus dan gigitan nyamuk. Mereka juga rentan mengalami tukak lambung dan pendarahan dahsyat pasca-operasi.
Bagi wanita bergolongan darah O, ada sedikit catatan klinis mengenai kesuburan. Beberapa studi menunjukkan mereka berisiko mengalami hambatan kehamilan akibat jumlah dan kualitas sel telur nan condong lebih rendah, serta rentan mengalami hipertensi saat hamil.
(sao/naf)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·