Jakarta, CNN Indonesia --
Dua raksasa sepak bola Spanyol, Barcelona dan Real Madrid sama-sama tumbang pada babak delapan besar Liga Champions Eropa (UCL).
Ada satu kesamaan dari tersungkurnya dua jagoan asal Negeri Matador tersebut. Ya, kedua-duanya sama-sama merasa dirugikan wasit pada pertandingan leg kedua.
Barcelona nan menghadapi Atletico Madrid di Stadion Metropolitano, Selasa (14/4), menang 2-1. Hanya saja Blaugrana kalah agregat 3-4 sehingga kandas melaju ke semifinal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang membikin Barcelona kecewa, wasit Clement Turpin dianggap banyak melakukan keputusan kontroversial. Salah satunya kartu merah langsung kepada Eric Garcia.
Garcia diganjar kartu merah pada menit ke-79 setelah menjegal Alexander Sorloth. Pada leg pertama Barcelona juga tampil dengan 10 pemain, usai Pau Cubarsi diusir wasit.
Salah satu pemain Barcelona, Rafinha, sampai menyebut Barcelona dirampok. Namun, Rafinha akhirnya meminta maaf atas ucapan emosionalnya itu usai diancam hukuman berat.
"Bagi saya, itu dirampok. Bukan hanya pertandingan ini, tetapi juga pertandingan lainnya. Wasitnya sangat buruk. Keputusan nan mereka buat sungguh luar biasa," kata Rafinha seusai laga.
Sedangkan Madrid kecewa dengan kepemimpinan wasit Slavko Vincic. Pasalnya, Vincic memberi kartu merah kartu kuning kedua namalain kartu merah kepada Eduardo Camavinga di menit ke-86.
Kartu kuning kedua ini dianggap kurang pas, karena pelanggaran Camavinga kepada Harry Kane tidak keras. Ia juga mengambil dan membawa bola dalam lama singkat, tiga detik.
Hanya dua menit setelah Camavinga diusir, gawang Madrid kebobolan. Saat injury time kembali kebobolan. Madrid pun takluk 3-4 dan kalah agregat 4-6 sehingga kandas ke semifinal.
Pelatih Madird, Alvaro Arbeloa menilai wasit kurang bijak. Pelanggaran Camavinga sangat minor, tetapi mendapat ganjaran kartu merah. Vincic dinilai merusak pertandingan.
"Anda tidak bisa mengusir pemain lantaran perihal seperti itu. Wasit apalagi tidak tahu dia punya kartu dan dia merusak pertandingan nan sangat bagus dan seimbang," kata Arbeloa dilansir dari Marca.
(abs)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·