Jakarta -
Peneliti keamanan siber menemukan kampanye spyware baru nan memanfaatkan pembaruan aplikasi Android tiruan untuk menanamkan software mata-mata di sasaran perangkat. Spyware ini juga dapat membajak akun WA target.
Malware berjulukan Morpheus ini disebut sebagai spyware 'murah' lantaran mengandalkan sistem jangkitan nan sangat sederhana, ialah dengan memperdaya sasaran agar menginstal spyware sendiri tanpa memancing kecurigaan.
Teknik ini berbeda dengan produsen spyware nan lebih ternama, seperti NSO Group dan Paragon Solutions, nan memungkinkan kliennya untuk menginfeksi sasaran menggunakan serangan zero-click nan memanfaatkan celah untuk membobol keamanan perangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus spyware Morpheus, peneliti mengatakan otoritas Italia mendapatkan support dari operator seluler target, nan dengan sengaja memblokir hubungan internet di perangkat target.
Setelah itu, operator bakal mengirimkan SMS kepada sasaran nan isinya menyuruh calon korban untuk menginstal sebuah aplikasi nan diklaim dapat memperbarui ponsel dan menyelesaikan masalah konektivitas.
Begitu selesai diinstal, spyware bakal menyalahgunakan fitur aksesibilitas di perangkat Android, sehingga spyware ini dapat membaca info nan ditampilkan di layar ponsel sekaligus berinteraksi dengan aplikasi lainnya. Spyware ini dirancang untuk mengakses semua jenis info nan ada di perangkat.
Spyware ini kemudian melakukan pembaruan palsu, menampilkan layar reboot di ponsel, serta memalsukan laman login WA dan meminta sasaran untuk memberikan info biometriknya untuk membuktikan identitasnya.
Tanpa sepengetahuan target, info biometrik tersebut memberikan spyware akses penuh ke akun WA dengan menambahkan perangkat ke akun tersebut, seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (29/4/2026).
Morpheus tidak menyebar lewat Google Play Store dan tidak bisa menginstal dirinya sendiri secara diam-diam. Serangan spyware ini berjuntai pada sasaran menginstal APK secara manual dari toko aplikasi tidak resmi.
Jika kalian menerima SMS nan menawarkan pembaruan software, apalagi setelah kehilangan jaringan seluler, sebaiknya selalu dicurigai. Waspada juga terhadap aplikasi tidak dikenal nan meminta izin aksesibilitas.
(vmp/fyk)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·