Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dan Israel disebut "secara aktif berupaya" mencabut status Yordania sebagai wali penjaga historis kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina.
AS juga dilaporkan bersekongkol mendorong skema baru nan bakal membikin pengelolaan situs suci umat Islam itu lebih selaras dengan kepentingan Israel. Hal itu diungkap sejumlah sumber kepada Middle East Eye (MEE).
Sejumlah pejabat AS, Yordania, dan Palestina, serta sumber Barat dan negara-negara Teluk Arab, mengatakan kepada MEE bahwa dalam rencana tersebut AS dan Israel berupaya menghentikan kewenangan perwalian Masjid Al Aqsa yang selama ini dipegang otoritas Waqf Islam dan didukung Yordania.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS dan Israel disebut berupaya menggantikan kewenangan dan peranWaqf Islam atas AlAqsa dengan badan baru buatan pemerintah Israel. Badan ininantinya akan mendeklarasikan Masjid Al Aqsa sebagai "pusat multiagama".
Menurut para pejabat nan meminta identitas mereka dirahasiakan lantaran membahas rumor sensitif itu, "pengaturan baru" tersebut bakal memberikan akses setara bagi Yahudi ke situs Muslim tersebut dan secara resmi mengizinkan ibadah Yahudi dalam golongan besar.
Rencana AS dan Israel mengenai kepengurusan Masjid Al Aqsa ini dipelopori menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, meski dia tidak mempunyai kedudukan resmi di pemerintahan AS. Kushner dikabarkan dibantu Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee.
Sumber-sumber itu mengatakan Israel pertama kali mengusulkan buahpikiran tersebut kepada pemerintahan Trump nyaris satu dasawarsa lalu. Namun, tak lama setelah Huckabee menjabat sebagai duta besar AS untuk Israel tahun lalu, dia disebut "berulang kali" mendesak Washington agar merealisasikan rencana itu.
Jika terkonfirmasi, ini bakal total mengubah status quo Masjid Al Aqsa selama ini nan diakui secara internasional sebagai situs beragama umat Islam. Selain itu, di bawah status quo, umat Yahudi dilarang beragama di kompleks masjid tersebut alias nan disebut umat Yahudi sebagai Tample Mount itu.
Dalam rencana itu, Israel juga disebut bakal mempunyai pengaruh besar dalam penunjukan imam, khatib, dan pejabat senior masjid, serta terlibat dalam persetujuan materi khutbah Jumat.
Dua pejabat AS mengatakan kepada MEE bahwa Washington telah menyusun arsip mengenai visi mereka terhadap masa depan masjid tersebut. Mereka menyebut pemerintahan Trump mau menghapus identitas Al Aqsa yang kental dengan Islam dan mengubahnya menjadi lokasi wisata ikonik nan menampung tiga kepercayaan Abrahamik.
Seorang pejabat Barat dan sumber nan mendapat pengarahan dari pemerintah Yordania mengatakan, berasas proposal nan mereka lihat, negara-negara Arab dapat diberikan pengawasan "secara bergiliran" atas kompleks Masjid Al-Aqsa.
Mereka mengatakan Bahrain, Mesir, Maroko, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah diberi penjelasan mengenai proposal AS tersebut.
Menurut dua sumber Teluk Arab dan satu sumber lain nan memahami pandangan pemerintah Yordania dan Arab Saudi menolak proposal tersebut.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·