As-iran Gencatan 2 Pekan: Trump Tunda Serang, Teheran Buka Hormuz

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dan Iran sepakat menerapkan gencatan senjata selama dua pekan dan memulai pembicaraan damai.

Gencatan senjata disepakati usai Presiden AS Donald Trump sepakat menunda membombardir situs daya Iran sebagai jawaban Teheran nan bakal membuka Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menyampaikan penundaan itu usai berbincang dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir. Negara Asia ini adalah mediator gencatan senjata AS-Iran.

"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur nan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," kata Trump dalam pernyataan resmi pada Selasa (7/4).

Trump juga mengatakan gencatan senjata bakal berkarakter "dua arah." Namun, dia tak secara spesifik menyebut Israel, nan turut menyerang Iran dan Lebanon.

Lebih lanjut, Trump membeberkan argumen AS melakukan perihal tersebut lantaran sudah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer. Ini termasuk mencapai kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah.

Di kesempatan ini, Trump juga menyebut AS sudah menerima proposal 10 poin Iran nan kemungkinan bisa diterapkan dan jadi bahan negosiasi.

"Periode dua minggu bakal memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]

Dikutip Al Jazeera, dalam pernyataan nan dipublikasikan oleh Mehr News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan AS. Gencatan senjata ini dilaporkan dimediasi oleh Pakistan.

Pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut bahwa kesepakatan dicapai dengan persetujuan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Dewan menyebut kesepakatan itu sebagai "kemenangan bagi Iran" dan menambahkan bahwa negosiasi untuk perjanjian permanen bakal digelar di Islamabad.

Berikut isi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengenai gencatan senjata dua minggu dan syarat negosiasi:

Negosiasi ini bakal dimulai di Islamabad dengan tingkat ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran bakal mengalokasikan waktu dua minggu untuk proses tersebut. Periode ini dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak.

Selama periode ini, krusial untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan seremoni kemenangan dengan kuat.

Negosiasi saat ini merupakan negosiasi nasional dan kelanjutan dari perjuangan di lapangan. Seluruh rakyat, kalangan elite, dan golongan politik diharapkan memberikan kepercayaan dan support terhadap proses ini, nan berada di bawah pengawasan para pemimpin revolusi dan otoritas tertinggi negara, serta menghindari secara ketat pernyataan nan dapat memecah belah.

Jika penyerahan musuh di lapangan dapat dikonversi menjadi pencapaian politik nan menentukan dalam negosiasi, maka kita bakal merayakan kemenangan berhistoris ini bersama. Jika tidak, kita bakal terus berjuang berdampingan di lapangan hingga seluruh tuntutan bangsa Iran terpenuhi.

Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan setiap kesalahan sekecil apa pun dari pihak musuh bakal dibalas dengan kekuatan penuh.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga membagikan pernyataan atas nama Dewan tersebut. Ia menegaskan bahwa "jika serangan terhadap Iran dihentikan, maka Angkatan Bersenjata kami nan kuat juga bakal menghentikan operasi defensifnya."

"Selama periode dua minggu, jalur kondusif melalui Selat Hormuz bakal dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran serta dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tambah Araghchi.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional