PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah secara sembarangan selama masa transisi menuju musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan pada Sabtu (6/6/2026) menyusul kondisi cuaca nan mulai panas dan condong lebih kering sehingga meningkatkan akibat kebakaran lahan maupun permukiman andaikan api tidak diawasi dengan baik.
Menurut Arif, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengelola sampah, terutama dengan tidak membakarnya di area terbuka nan berdekatan dengan lahan kering alias vegetasi nan mudah terbakar.
“Memasuki masa transisi tandus ini, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Cuaca nan mulai panas dan kondisi lingkungan nan lebih kering dapat membikin api sigap menjalar dan susah dikendalikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, andaikan masyarakat terpaksa melakukan pembakaran sampah lantaran argumen tertentu, maka kudu dilakukan dengan pengawasan ketat hingga api betul-betul padam. Selain itu, penduduk diminta menyiapkan perangkat pemadam sederhana seperti air alias pasir untuk mengantisipasi jika api membesar.
“Jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan. Pastikan ada nan menjaga sampai betul-betul padam. Lebih baik lagi jika menggunakan metode lain nan lebih aman, seperti memilah sampah, mendaur ulang, alias membikin kompos untuk sampah organik,” katanya.
Arif menilai upaya pencegahan kudu menjadi perhatian berbareng mengingat kebakaran nan berasal dari aktivitas membakar sampah kerap terjadi saat musim kemarau. Kelalaian mini dapat berujung pada kerugian besar, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim tandus pada periode April hingga Juni 2026. Musim tandus tahun ini juga diprakirakan lebih kering dan berjalan lebih panjang dibanding kondisi normal sehingga potensi kebakaran perlu diwaspadai.
Arif berambisi masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Jangan sampai hanya lantaran membakar sampah, kemudian terjadi kebakaran nan merugikan banyak pihak. Mari kita jaga lingkungan dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah secara sembarangan selama masa transisi menuju musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan pada Sabtu (6/6/2026) menyusul kondisi cuaca nan mulai panas dan condong lebih kering sehingga meningkatkan akibat kebakaran lahan maupun permukiman andaikan api tidak diawasi dengan baik.
Menurut Arif, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengelola sampah, terutama dengan tidak membakarnya di area terbuka nan berdekatan dengan lahan kering alias vegetasi nan mudah terbakar.
“Memasuki masa transisi tandus ini, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Cuaca nan mulai panas dan kondisi lingkungan nan lebih kering dapat membikin api sigap menjalar dan susah dikendalikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, andaikan masyarakat terpaksa melakukan pembakaran sampah lantaran argumen tertentu, maka kudu dilakukan dengan pengawasan ketat hingga api betul-betul padam. Selain itu, penduduk diminta menyiapkan perangkat pemadam sederhana seperti air alias pasir untuk mengantisipasi jika api membesar.
“Jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan. Pastikan ada nan menjaga sampai betul-betul padam. Lebih baik lagi jika menggunakan metode lain nan lebih aman, seperti memilah sampah, mendaur ulang, alias membikin kompos untuk sampah organik,” katanya.
Arif menilai upaya pencegahan kudu menjadi perhatian berbareng mengingat kebakaran nan berasal dari aktivitas membakar sampah kerap terjadi saat musim kemarau. Kelalaian mini dapat berujung pada kerugian besar, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim tandus pada periode April hingga Juni 2026. Musim tandus tahun ini juga diprakirakan lebih kering dan berjalan lebih panjang dibanding kondisi normal sehingga potensi kebakaran perlu diwaspadai.
Arif berambisi masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Jangan sampai hanya lantaran membakar sampah, kemudian terjadi kebakaran nan merugikan banyak pihak. Mari kita jaga lingkungan dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (jef)
1 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·