Jakarta -
Super Aplikasi Rumah Pendidikan milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) jadi sorotan dunia. Platform ini dinilai sukses menghadirkan jasa pendidikan dalam satu ekosistem digital nan terintegrasi dan mudah diakses masyarakat luas.
Rumah Pendidikan datang sebagai super app nan menggabungkan lebih dari 950 jasa pendidikan dalam satu platform. Mulai dari jasa untuk siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemangku kepentingan pendidikan lainnya, seluruhnya dapat diakses melalui satu pintu digital nan praktis dan efisien.
Keunggulan utama Rumah Pendidikan terletak pada kemampuannya menyederhanakan jasa nan sebelumnya tersebar di banyak sistem berbeda. Dengan integrasi ini, pengguna tidak lagi kudu berpindah-pindah platform untuk mengakses kebutuhan administrasi, pembelajaran, hingga info pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aplikasi ini juga telah dimanfaatkan oleh puluhan juta pengguna di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu platform jasa pendidikan digital terbesar nan dimiliki pemerintah. Kehadirannya dinilai memperkuat upaya Kemendikdasmen dalam menghadirkan jasa pendidikan nan RAMAH, ialah Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan transformasi ini menjadi bagian krusial dalam mewujudkan pendidikan berbobot untuk semua.
"Pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas transformasi digital pendidikan Indonesia, sekaligus sejalan visi Kemendikdasmen dalam menghadirkan jasa pendidikan nan RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) serta mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," ujarnya dikutip Sabtu (25/4/2026).
Selain Rumah Pendidikan, Kemendikdasmen juga memperkuat sisi keamanan digital melalui program Anugerah Bug Bounty. Program ini melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pengajar dalam membangun ekosistem keamanan siber nan lebih kuat dan partisipatif.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menyebut masyarakat Indonesia dapat ikut mendukung penemuan tersebut melalui voting publik.
"Lalu, Login alias membikin akun. Selanjutnya, pilih kategori C7 - e-Government, cari Rumah Pendidikan, lampau klik Vote for this project. Kemudian, pilih kategori C5 - Building Confidence and Security in the Use of ICT. Cari Anugerah Bug Bounty, lampau klik Vote for this project," katanya dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Adapun, voting dibuka hingga 3 Mei 2026 pukul 23.00 UTC + 02:00 alias untuk Waktu Indonesia hingga 4 Mei 2026 pukul 04.00 WIB.
Ajang nan menjadi perhatian tersebut adalah ITU World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026, penghargaan tahunan nan diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bagian teknologi info dan komunikasi sejak 2012.
Penghargaan ini diberikan kepada penemuan digital dari beragam negara nan dinilai mempunyai akibat besar terhadap pembangunan berkelanjutan. Dalam arena tersebut, Rumah Pendidikan masuk nominasi kategori C7 (e-Government), sementara Anugerah Bug Bounty masuk kategori C5 (Building Confidence and Security in the Use of ICT), dan keduanya sekarang tengah bersaing untuk masuk lima besar terbaik (Champion Projects) dari total 20 penemuan bumi di setiap kategori.
"Kami membujuk seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan memberikan support melalui voting, agar penemuan Indonesia ini dapat meraih prestasi terbaik di tingkat dunia," kata Suharti.
"Setiap bunyi sangat berfaedah untuk membawa penemuan Indonesia melangkah lebih jauh di tingkat global," pungkasnya.
(agt/agt)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·