CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Tak sedikit orang nan bertanya-tanya soal apakah matcha dan green tea sama. (bhofack2/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --
Popularitas minuman berbahan teh terus meningkat lantaran banyak orang mulai mencari pilihan minuman nan dianggap lebih sehat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Di tengah tren tersebut muncul pertanyaan, apakah matcha dan green tea sama? Ini perbedaannya nan perlu dipahami sebelum mengonsumsinya secara rutin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Green tea dan matcha menjadi dua jenis teh nan cukup terkenal berkah cita rasa unik serta kandungan antioksidannya.
Sekilas, keduanya tampak serupa lantaran sama-sama mempunyai warna hijau dan berasal dari tanaman teh nan sama. Namun, karakter matcha dan green tea rupanya tidak sepenuhnya identik.
Oleh lantaran itu, memahami beda matcha dan green tea dapat membantu Anda menentukan pilihan nan paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi sehari-hari.
Apakah matcha dan green tea sama? Ini perbedaannya
Lantas, jika demikian, apakah matcha dan green tea sama? Jawabannya, tidak sepenuhnya saja.
Dikutip dari Medical News Today, matcha dan green tea berasal dari tanaman nan sama ialah Camellia sinensis. Meski demikian, keduanya mempunyai perbedaan sebagai berikut.
1. Proses pengolahan nan berbeda
Perbedaan utama matcha dan green tea terletak pada proses produksinya. Pada green tea, daun teh dipanen lampau segera dipanaskan untuk mencegah oksidasi.
Setelah itu, daun dikeringkan dan diseduh menggunakan air panas saat bakal dikonsumsi. Sementara itu, tanaman matcha ditanam dalam kondisi teduh selama beberapa minggu sebelum panen.
Metode ini membantu meningkatkan produksi senyawa tertentu seperti klorofil dan L-theanine. Setelah dipanen, daun dikeringkan, bagian batang serta tulang daun dipisahkan, lampau daun digiling hingga menjadi serbuk hijau halus.
Karena bentuknya berupa bubuk, matcha dikonsumsi dengan melarutkan seluruh daun teh ke dalam air panas, bukan hanya hasil seduhannya.
2. Rasa dan tampilan nan tidak sama
Green tea umumnya mempunyai rasa nan ringan, segar, sedikit pahit, serta aroma nan menyerupai rumput alias sayuran hijau. Warna seduhannya condong kuning kehijauan hingga hijau muda.
Sebaliknya, matcha mempunyai warna hijau nan lebih cerah dan pekat. Rasanya juga lebih kuat dengan kombinasi rasa manis, pahit, dan umami nan khas.
Bagi sebagian orang, rasa matcha terasa lebih intens dibandingkan green tea. Karena itu, matcha sering dicampur dengan susu untuk menghasilkan minuman seperti matcha latte.
3. Kandungan kafein matcha lebih tinggi
Jika membahas beda matcha dan green tea, kadar kafein menjadi salah satu aspek nan paling menonjol. Green tea mengandung sekitar 11-25 miligram (mg) kafein per gram, sedangkan matcha mengandung sekitar 19-44 mg per gram.
Sementara itu, Everyday Health menyebut bahwa 100 g matcha (bubuk) dapat mengandung hingga sekitar 70 mg kafein, lebih tinggi dibandingkan green tea seduh biasa.
Tingginya kandungan kafein pada matcha disebabkan oleh seluruh daun teh nan terekstrak ke dalam corak bubuk. Akibatnya, kandungan kafein dan senyawa aktif lainnya lebih tinggi.
Simak selengkapnya di laman berikutnya..
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·