Jakarta, CNN Indonesia --
Asosiasi produsen sepeda motor listrik meminta kejelasan pemerintah mengenai wacana insentif Rp5 juta per unit agar pasar tidak kembali lesu akibat ketidakpastian kebijakan.
Asosiasi Industri Sepeda motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai sinyal nan belum pasti soal insentif berpotensi kembali menahan minat beli masyarakat. Kondisi ini dikhawatirkan mengulang pola serupa pada 2025 ketika konsumen memilih menunda pembelian lantaran menanti pemberian insentif dari pemerintah nan akhirnya tak pernah datang.
"Ya itu nan tidak kita harapkan (regulasi menggantung penjualan jadi tertekan)," kata Sekretaris Jenderal Aismoli Hanggoro Ananta melalui pesan singkat, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta pemerintah bergerak sigap memfinalisasi patokan jika betul bakal memberi insentif kepada calon pembeli motor listrik baru di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka sebaiknya pemerintah segera sampaikan finalnya seperti apa insentif dan mekanismenya," kata dia.
Ia menegaskan tanpa kejelasan, konsumen Tanah Air condong bersikap wait and see, sementara pelaku upaya kesulitan menyusun strategi penjualan.
"Agar semua tidak menunggu-nunggu nan bisa mengakibatkan hold buying lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini mesti kita hindari," ujar Hanggoro.
Insentif motor listrik pernah diberikan pemerintah pada 2023, ialah Rp7 juta untuk pembelian satu unit per KTP. Insentif lampau bersambung ke 2024 tetapi kuotanya dipangkas menjadi hanya 60 ribu unit lantaran sunyi peminat.
Kuota pada 2024 kemudian lenyap pada September. Sempat ada rencana insentif bakal kembali diberikan, namun hingga tahun berganti, tak kunjung terealisasi.
Perusahaan menyebut pemerintah tak memberi kepastian, apalagi terkesan menggantung keputusan apakah bakal melanjutkan insentif alias tidak kala itu. Hasilnya, penjualan motor listrik dikatakan terjun bebas.
Insentif baru
Pemerintah disebut sedang menggodok skema baru insentif nan rencananya bertindak tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan usulan insentif Rp5 juta per unit dan rencananya bertindak berjenjang tahun ini. Fokus adalah unit baru demi mendorong penjualan, karena pasar roda dua nasional diakui sangat besar.
Ia bilang usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah membuka kesempatan realisasi kebijakan, sepanjang anggaran tersedia.
"Saya juga minta tanggapan Pak Presiden, beliau sudah memberi petunjuk, jalankan jika anggarannya ada," ucap dia.
Purbaya menambahkan rencana insentif ini tetap dalam tahap pembahasan lintas kementerian, termasuk dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.
Terkait besaran support Rp5 juta per unit, Purbaya menegaskan nomor tersebut belum final dan tetap usulan awal nan bakal dimatangkan dalam pembahasan tingkat lanjut.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·