Airlangga Sebut Harga Avtur Jadi Biang Kerok Tiket Pesawat Naik

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Pemerintah mengizinkan kenaikan nilai tiket pesawat di kisaran 9-13%.Kenaikan nilai tiket pesawat ini menyusul kenaikan nilai avtur global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan tekanan geopolitik dunia membikin nilai avtur melambung tinggi. Di Filipina, nilai avtur sudah menembus Rp 25.326 per liter, apalagi di Thailand mencapai Rp 29.518 per liter.

Sementara di Indonesia, per hari ini nilai avtur di Bandara Soekarno-Hatta Rp 23.551 per liter. Kenaikan nilai avtur dapat mempengaruhi operasional maskapai nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan ini sangat mempengaruhi operasional maskapai nasional, di mana komponen avtur berkontribusi hingga 40% dari total biaya operasional pesawat," ujar Airlangga dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Airlangga mengatakan, avtur termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan mengikuti perkembangan pasar global. Menurutnya, jika nilai avtur tidak disesuaikan, maskapai asing berpotensi memanfaatkan perbedaan nilai tersebut.

"Tentunya jika kita tidak menyesuaikan, maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan nilai tersebut," tambah Airlangga.

Sebelumnya, Airlangga menyampaikan sejumlah langkah nan dilakukan agar menjaga kenaikan nilai tiket pesawat domestik tersebut di rentang tersebut. Airlangga mengatakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11%. Kebijakan tersebut bertindak untuk tiket pesawat pikulan udara niaga berjadwal dalam negeri serta kelas ekonomi.

"Nah, untuk menjaga kenaikan tiket domestik menjaga kenaikan nilai tiket di kisaran 9-13% dengan langkah pertama PPN DTP 11% untuk tiket pikulan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi," ujar Airlangga dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

(rea/ara)

Sumber finance