Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah kapal tanker sukses lolos melewati rute perdagangan Selat Hormuz yang ditutup imbas operasi sadis Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari.
Media NBS News pada Senin (11/5) melaporkan empat kapal tanker sukses melewati Selat Hormuz. Selain itu, dua kapal pengangkut dan dua kapal lain juga bisa melintasi perairan ini sehingga total kapal nan melintas di hari itu ada delapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NBS menggarisbawahi kemungkinan jumlah kapal nan melintasi Selat Hormuz lebih tinggi dibanding info mereka. Beberapa kapal memanipulasi pencari GPS mereka selama melintas.
Sementara itu, info dari Kpler dan London Stock Exchange Group pada Senin menyebut tiga kapal tanker minyak mentah meninggalkan Selat Hormuz minggu lampau dan pada Minggu. Kapal-kapal ini menonaktifkan perangkat pencari untuk menghindari serangan Iran, demikian dikutip Jordan News.
Menurut info itu, dua kapal tanker Agios Fanourios 1 dan Chiara M nan membawa dua juta barel minyak Irak melintasi Selat Hormuz pada Minggu dan Basrah Energy melewati selat itu pada pekan lalu.
Agios menuju Vietnam untuk membongkar muatan di kompleks Kilang dan Petrokimia Nghi Son pada 26 Mei. Sementara itu, Chiara melewati Hormuz pada Minggu dengan mematikan transponden.
Basrah Energy memuat dua juta barel minyak mentah dan meninggalkan Selat Hormuz pada 6 Mei. Menurut data, kapal berbendera Panama ini membongkar muatannya di terminal tanker minyak di Fujairah pada 8 Mei.
Namun, tetap belum jelas perusahaan mana nan menyewa kapal tersebut, nan dimiliki dan dikelola oleh Sinokor Merchant Marine.
Selat Hormuz memicu kekhawatiran usai ditutup Iran imbas serangan sadis Amerika Serikat dan Israel ke negara Timur Tengah ini pada 28 Februari.
Sebaga balasan, Iran meluncurkan serangan ke Israel dan aset militer AS di negara Teluk. Mereka juga menutup Hormuz untuk menekan kedua negara tersebut.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·