50 Ribu Tentara As Di Timteng 'lontang-lantung' Usai Perang Berakhir

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat di Timur Tengah 'lontang-lantung usai pemerintah nan berbasis di Washington mengumumkan telah mengakhiri perang dengan Iran.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan sadis ke Iran pada Februari, Presiden Donald Trump mengerahkan tentara tambahan hingga 10.000 personel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum perang pecah, menurut pejabat militer AS, jumlah tentara nan ada di area Timur Tengah tercatat 40.000. Mereka tersebar di beragam negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Iraq, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Dengan demikian, jika dijumlahkan total personel militer AS di Timur Tengah mencapai lebih dari 50.000. Angka pasti itu kian rumit lantaran sebagian pasukan dipindah ke beragam pangkalan AS di negara Teluk usai Iran meluncurkan serangan balasan.

Kini, nasib tentara AS tak tentu usai pemerintah mengumumkan sudah mengakhiri perang dengan Iran tanpa menyinggung soal penarikan pasukan.

"Operasi itu sudah selesai. Epic Furry, sebagaimana diberitahukan presiden ke Kongres, kami sudah menuntaskan tahap tersebut. Kami sudah mencapai tujuan operasi itu," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (5/5).

Berikut daftar pasukan AS nan dikerahkan ke Timur Tengah dan tetap ada di sana, dikutip New York Times.

Divisi lintas Udara ke-82

Menurut beragam laporan ada sekitar 2.000 pasukan terjun payung nan dikerahkan AS ke Timur Tengah. Mereka dikirim usai Trump sesumbar bakal menginvasi pusat ekspor minyak Iran Pulau Kharg.

Para master apalagi sempat menduga pasukan ini bakal ditugaskan untuk merebut lapangan terbang Iran. Meski diancam Trump nyaris setiap waktu, Teheran senantiasa siaga dan tak takut soal invasi tersebut.

Unit Ekspedisi Marinir ke-31

Trump juga mengerahkan 2.500 marinir dan 2.500 personel Angkatan Laut ke Timur Tengah. Angka ini turut menambah jumlah pasukan nan menembus lebih dari 50.000.

Meski dikerahkan, sejauh ini tak jelas apa tugas ribuan marinir tersebut. Pejabat Gedung Putih sempat mengatakan mereka bakal ditugaskan merebut pulau alias wilayah Iran lain.

Pasukan Operasi Khusus

Pada Maret lalu, pasukan operasi unik AS tiba di Timur Tengah. Menurut sumber nan mengetahui soal ini, mereka bakal ditugaskan menghancurkan akomodasi nuklir Iran.

2 kapal induk AS

Selama perang dengan Iran, AS juga mengerahkan dua kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS George HW Bush. Tiap kapal induk berisi lebih dari personel.

Dengan demikian, jika dikalkulasikan dua kapal itu mengangkut lebih dari 10.000 personel militer AS.

Kapal induk Bush dikerahkan ke Timur Tengah usai melakukan operasi di perairan Karibia, saat AS meyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro.

Kedua kapal itu siaga di Laut Arab dan meluncurkan serangan dari sana.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional