sac | CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 13:50 WIB
Ilustrasi. Ada pengaruh setelah donor darah nan dirasakan oleh tubuh, tetapi tak perlu cemas lantaran gejalanya ringan dan mudah diatasi. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia --
Donor darah merupakan aktivitas nan kondusif dan bermanfaat, baik bagi penerima maupun pendonor. Namun, seperti prosedur medis lainnya, terdapat pengaruh setelah donor darah terhadap tubuh nan perlu diketahui.
Secara umum, donor darah merupakan prosedur kondusif bagi orang nan sehat. Akan tetapi, beberapa orang mungkin bakal mengalami pengaruh samping ringan setelah prosedur ini dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar baiknya, sebagian besar pengaruh samping ini berkarakter sementara dan dapat diatasi dengan mudah. Oleh lantaran itu tak perlu cemas alias takut ketika bakal berdonor darah.
Efek setelah donor darah dan langkah mengatasinya
Dengan mengetahui pengaruh dari donor darah, Anda jadi tahu apa nan kudu dilakukan untuk mengatasinya.
Berikut ini beberapa pengaruh setelah donor darah nan umum dialami orang-orang dan langkah mengatasinya:
1. Pusing alias kepala terasa ringan
Mengutip NIH Clinical Center, pengaruh samping nan paling sering dialami pendonor adalah pusing, lemas, alias kepala terasa ringan setelah donor darah. Kondisi ini terjadi lantaran tubuh kehilangan sejumlah cairan dan volume darah dalam waktu singkat.
Gejala nan mungkin muncul, antara lain kepala terasa melayang, pandangan berkunang-kunang, tubuh lemas, mual ringan, hingga keringat dingin
Cara mengatasinya:
- Segera duduk alias berebahan jika mulai merasa pusing.
- Angkat kaki sedikit lebih tinggi dari posisi kepala.
- Minum banyak air putih.
- Konsumsi makanan alias camilan nan diberikan setelah donor darah.
- Istirahat selama 15-20 menit sebelum melanjutkan aktivitas.
Jika pusing tidak membaik setelah 30 menit alias semakin parah, sebaiknya segera mencari support medis.
2. Pingsan
Pada beberapa kasus, pusing nan berat dapat menyebabkan seseorang pingsan. Meski jarang terjadi, kondisi ini biasanya dipicu oleh rasa cemas, kurang makan sebelum donor, alias kurang minum.
Cara mengatasinya:
- Berbaring hingga kondisi membaik.
- Longgarkan busana nan terlalu ketat.
- Minum air putih setelah sadar sepenuhnya.
- Hindari aktivitas berat selama 24 jam setelah donor.
Untuk mencegah pingsan, pastikan Anda sudah makan cukup dan minum sekitar 500 ml air sebelum melakukan donor darah.
3. Memar di area jejak suntikan
Situs Lifeblood juga menuliskan memar alias lebam pada lengan merupakan pengaruh samping nan cukup umum. Hal ini terjadi lantaran sedikit darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan di bawah kulit saat alias setelah proses donor.
Ciri-cirinya, kulit berbuah menjadi warna menjadi kebiruan alias keunguan, nyeri ringan di sekitar jejak jarum, hingga pembengkakan kecil. Biasanya, memar bakal lenyap dalam beberapa hari hingga dua minggu.
Cara mengatasinya:
- Tempelkan kompres dingin selama 15-20 menit beberapa kali pada hari pertama.
- Setelah satu hari, gunakan kompres hangat untuk membantu mempercepat penyembuhan.
- Hindari mengangkat beban berat dengan lengan nan digunakan untuk donor.
as a preferred source on Google
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·