PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah (Kalteng) sempat dihentikan sementara operasionalnya akibat hambatan teknis. Saat ini, baru sembilan SPPG nan kembali beraksi setelah melalui proses perbaikan.
“Total ada 36 nan sempat disuspen. Sekarang sudah 9 nan kembali operasional setelah perbaikan,” ujar Koordinator Regional BGN Kalteng, Elisa Agustino, Jumat (1/5/2026).
Dia menjelaskan, penghentian dilakukan untuk memastikan standar jasa tetap terpenuhi.
“Setelah disuspen, mereka diberi waktu perbaikan, kemudian melapor dan mengusulkan izin operasional kembali,” katanya.
Salah satu pertimbangan utama berangkaian dengan sarana pendukung seperti instalasi pengolahan limbah.
“Contohnya IPAL, saat belum operasional aman, tapi saat sudah melayani 1.000 sampai 3.000 porsi, muncul masalah seperti bocor alias meluber,” ungkapnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah (Kalteng) sempat dihentikan sementara operasionalnya akibat hambatan teknis. Saat ini, baru sembilan SPPG nan kembali beraksi setelah melalui proses perbaikan.
“Total ada 36 nan sempat disuspen. Sekarang sudah 9 nan kembali operasional setelah perbaikan,” ujar Koordinator Regional BGN Kalteng, Elisa Agustino, Jumat (1/5/2026).
Dia menjelaskan, penghentian dilakukan untuk memastikan standar jasa tetap terpenuhi.
“Setelah disuspen, mereka diberi waktu perbaikan, kemudian melapor dan mengusulkan izin operasional kembali,” katanya.
Salah satu pertimbangan utama berangkaian dengan sarana pendukung seperti instalasi pengolahan limbah.
“Contohnya IPAL, saat belum operasional aman, tapi saat sudah melayani 1.000 sampai 3.000 porsi, muncul masalah seperti bocor alias meluber,” ungkapnya. (adr)
16 jam yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·